Kritik Tajam Elie Aiboy ke Timnas Indonesia Senior dan U-19

oleh Ario Yosia diperbarui 06 Okt 2017, 20:15 WIB
Legenda Timnas Indonesia, Elie Aiboy menghadiri press conference Balikpapan MasterCup di Studio MNC, Jakarta (5/10/2017). Acara ini digelar 5 November 2017 di Stadion Internasional Batakan Balikpapan (Bola.com/Doni Andreas Sidabutar)

Bola.com, Jakarta - Mantan kapten Timnas Indonesia, Elie Aiboy merasa Timnas Indonesia senior dan U-19 saat ini masih punya permasalahan dalam urusan ketenangan mengeksekusi peluang emas. Mantan pesepak bola asal Papua tersebut mengkritik style bermain Tim Merah-Putih.

Elie membandingkan gaya bermain timnas saat ini dan eranya. “Timnas sekarang berbeda dengan timnas di zaman saya. Kalau dahulu kami bermain lebih mengutamakan operan-operan dari kaki kekaki. Sekarang cenderung langsung dan buru-buru,” ujar Elie di sela-sela konfrensi pers laga amal Balikpapan Mastercup, Jakarta, Kamis (5/10/2017).

Advertisement

“Para pemain saat ini harus lebih banyak belajar lagi, terutama dalam urusan penyelesaian akhir dari setiapumpan-umpan yang ada. Karena pemain timnas saat ini baik yang senior maupunyang U-19 hanya kurang dipenyelesaian akhir saja,” tutur mantan pemain Persija Jakarta dan Selangor FA.

Timnas Indonesia level senior mengalahkan tim lemah Asia Tenggara, Kamboja, dengan skor 3-1 dalam uji coba yang digelar di Stadion Patriot, Bekasi, Rabu (4/10/2017). Di hari yang sama Timnas Indonesia U-19 juga menang 2-0 atas Kamboja junior.

Kemenangan tersebut dinilai belum cukup di mata Elie Aiboy, mengingat Kamboja selama ini kerap jadi lumbung gol Tim Merah-Putih di eranya.

"Cara bermain Timnas Indonesia yang sesungguhnya ialah umpan dari kaki ke kaki. Permainan timnas Indonesia saat ini, jauh berbeda dengan timnas dahulu. Timnas Indonesia U-19 maupun Timnas Indonesia senior saat ini lebih suka bermain umpan-umpang jauh dari belakang langsung menusuk ke jantung pertahanan lawan," ujar Elie yang saat aktif bermain berposisi sebagai gelandang sayap kanan.

Pria kelahiran 20 April 1979 tersebut juga menyentil kebijakan PSSI hanya menggelar pelatnas jangka pendek hitungan hari, sebelum melakoni sebuah pertandingan internasional. “Timnas kita masih butuh pelatnas jangka panjang. Frekuensi uji coba internasional dengan lawan berkelas juga harus diperbanyak," ucap Elie.

Walau kalau mau jujur sebenarnya sejumlah pemain asal Papua macam Osvaldo Haay, Marinus Wanewar, dan Boaz Solossa sempat masuk skuat Timnas Indonesia U-22 SEA Games 2017 dan level senior di era Luis Milla.

Elie Aiboy juga mempertanyakan minimnya pemain asal Tanah Papua di Timnas Indonesia U-19 dan senior. "Timnas Indonesia saat ini tidak mewakili pemain-pemain terbaik dari seluruh nusantara, hanya dari Sabang hingga Ambon saja. Tidak ada pemain Papua yang masuk tim," ucap pelatih Persih Kasih yang yang bermain di PORDA Jawa Barat. (Doni Andreas Sidabutar)

 

 

 

 

Berita Terkait