Cerita Diskusi Ducati dengan Lorenzo-Dovi dan Skenario Team Order

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 30 Okt 2017, 06:42 WIB
Pebalap Ducati, Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo, finis di urutan pertama dan kedua pada MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (29/10/2017). (Twitter/Ducati Motor)

Bola.com, Sepang - Kemenangan Andrea Dovizioso pada MotoGP Malaysia, Minggu (29/10/2017), membuat pacuan juara dunia 2017 berlanjut hingga seri terakhir di Valencia, pada 12 November. Namun, gempita kemenangan tersebut tak mendapat sorotan sebesar dugaan team order yang dilakukan Ducati.

Advertisement

Tim yang berbasis di Bologna, Italia tersebut diduga telah melakukan team order dengan meminta Jorge Lorenzo memberikan jalan supaya Dovizioso juara sehingga kans juara dunia tetap terjaga. Dengan menjadi juara, Dovi bisa memperpanjang pacuan juara dunia karena rival utamanya, Marc Marquez, hanya finis keempat. 

Marquez kini tinggal unggul 21 poin atas Dovi. Alhasil, misi menyegel gelar di MotoGP Malaysia batal terwujud. 

Ducati tidak mengaku secara terang-terangan telah menerapkan team order. Namun, manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, mengakui tim melakukan diskusi khusus dengan Dovizioso dan Lorenzo menjelang balapan MotoGP Malaysia. Ducati menyampaikan tim ingin berusaha dan memastikan kans Dovizioso juara dunia tetap terbuka hingga MotoGP Valencia. 

"Kami berbicara dengan kedua pebalap tentang apa yang bisa terjadi. Keduanya tahu situasinya dan jelas Jorge memikirkan tentang pabrikan, tim, dan Ducati," kata Tardozzi, seperti dilansir Crash. 

"Kami mengatakan kepada pebalap, bahwa dalam situasi ini, lebih baik menjaga kans agar pacuan juara dunia tetap terbuka. Rasanya sangat bodoh jika memberi hadiah kepada Marquez. Kami tahu ini sangat sulit.  Tapi mengapa tak membuat persaingan terbuka hingga Valencia?" sambung Tardozzi, yang semakin menguatkan adanya skenario team order di Ducati. 

Skenario team order mulai terlihat setelah Lorenzo yang sedang memimpin balapan dibuntuti Dovizioso yang melewati Johann Zarco dan Marquez. Pada momen itu, selisih antara Lorenzo dan Dovizioso masih lebih dari satu detik. 

Jika terus mempertahankan gap dengan Andrea Dovizioso, Lorenzo berpeluang meraih kemenangan pertama bersama Ducati. Akan tetapi, kemenangan Lorenzo bakal mengubur kans Dovizioso merebut gelar juara dunia MotoGP 2017 karena Marquez sedang berada di posisi keempat.

 

 

2 dari 2 halaman

Utamakan Jaga Peluang Dovizioso

Pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, berpesta bersama tim setelah menjuarai MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (29/10/2017). (Twitter/Ducati Motor)

Saat balapan tersisa enam lap lagi, tiba-tiba Ducati memberikan pesan misterius kepada Lorenzo. Lewat komunikasi tim, Ducati memberikan pesan bertuliskan 'mapping 8'.

Tak lama kemudian, Lorenzo mulai dibuntuti Dovizioso yang melewati Zarco dan Marc Marquez (Repsol Honda) dalam waktu yang berdekatan.  Kecurigaan semakin menguat karena satu lap berselang Lorenzo melakukan kesalahan dan hampir terjatuh di tikungan 15. Kesalahan Lorenzo dimanfaatkan Dovizioso untuk merebut posisi terdepan hingga akhirnya memenangi balapan.

"Ini hal yang kami diskusikan sebelum balapan dengan para pebalap, namun jika hanya ada kemungkinan seperti itu (melakukan team order). Jika situasinya seperti itu, maka hasil yang diutamakan adalah menjaga kemungkinan juara dunia tetap terjaga. Hanya itu," urai Tardozzi. 

Menuju balapan pamungkas, Marquez masih unggul 21 poin atas Andrea Dovizioso. Artinya, Marquez hanya perlu finis ke-11 di Valencia untuk mengunci gelar juara dunia MotoGP keempat. Selepas balapan, Lorenzo menyangkal tudingan team order. Lorenzo mengaku tak melihat pesan dari Ducati.

"Saya tak melihat pesan dari tim karena fokus melihat ke depan. Kami memang berbicara tentang kejuaraan dan saya tahu apa yang harus saya lakukan. Saya ingin menang, tapi saya juga tak mau melakukan hal yang bodoh dan malah merugikan tim," kata Dovizioso seperti dikutip dari Sport.

Selepas balapan, awak media juga menanyakan Dovizioso soal perintah Ducati kepada Lorenzo. Dovizioso mengklaim pesan itu murni keputusan tim dan bukan permintaan darinya.

"Saya tak mengetahui soal pesan itu karena saya bukan pebalap yang gemar berpolitik. Saya bukan tipe pebalap yang berbicara dengan bos untuk meminta sesuatu. Hal itu bertentangan dengan naluri saya sebagai seorang olahragawan," kata Dovizioso kepada Sky Sports MotoGP.

"Jika benar ada team order, itu murni keputusan Ducati. Mungkin saya bodoh karena tak mencari keuntungan itu. Namun, saya dan tim tak pernah melakukan rapat untuk membahas team order. Saya hanya berkonsentrasi meraih kemenangan di semua kondisi," ujar Dovizioso.