Rekam Jejak Shaun Evans, Wasit Persija Vs Persib

oleh Aning Jati diperbarui 03 Nov 2017, 22:35 WIB
Rekam jejak wasit Shaun Evans yang memimpin laga Persija vs Persib di Stadion Manahan, Solo, Jumat (3/11/2017). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Jakarta - Nama Shaun Evans saat ini mungkin memicu penasaran pencinta sepak bola Indonesia, khususnya suporter Persib Bandung atau bobotoh. Pasalnya, keputusannya saat memimpin laga seru Persija Jakarta versus Persib, Jumat (4/11/2017), mengundang ketidakpuasan di kalangan tim Maung Bandung dan bobotoh.

Diawali dengan keputusannya menganulir gol Ezechiel N'Douassel pada menit ke-27, ia lantas memberikan penalti untuk Persija setelah Bruno Lopes dilanggar di kotak penalti oleh Purwaka Yudi dan Achmad Jufriyanto saat menerima umpan silang dari Ismed Sofyan.

Rangkaian kejadian itu tampaknya memicu emosi pemain Persib. Bek Persib Bandung, Vladimir Vujovic, mendapatkan kartu merah pada menit ke-82 setelah terlihat mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas kepada wasit yang memberinya kartu kuning karena melanggar Bruno Lopes.

Para pemain Persib tampak bergerak ke pinggir lapangan dan diminta manajer Umuh Muchtar, untuk tidak bertanding. Sisa cerita sudah diketahui, Persib menolak melanjutkan pertandingan. Shaun Evans tak ragu meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir untuk kemenangan 1-0 Persija.

Advertisement

Shaun Evans sejatinya termasuk wasit dengan rekam jejak tak jelek. Itulah mengapa PSSI mendatangkan dirinya dan dua koleganya dari Australia pada gelombang pertama saat Federasi Sepak Bola Indonesia itu memutuskan untuk menggunakan tenaga wasit asing pada Liga 1 2017.

Shaun Evans tiba di Jakarta bersama Wilson Brown dan George Lakrindis (asisten wasit) pada awal Agustus 2017. Satu set perangkat wasit asal Negeri Kanguru ini memulai tugasnya di Liga 1, juga pada laga Persib, tepatnya saat Persib menjamu PS TNI pada 5 Agustus 2017. Ketika itu skor 3-1 untuk keunggulan Persib.

Tiga laga selanjutnya yang dipimpin wasit kelahiran 1987 itu adalah partai Sriwijaya FC vs Semen Padang (11/8/2017) yang berakhir dengan skor 0-0, dan Bali United versus Madura United (13/8/2017, skor 5-2 untuk Bali United).

Setelah rangkaian tugas pada bulan Agustus, Shaun Evans baru kembali bertugas pada laga Persija versus Persib di Stadion Manahan, Solo, Jumat (3/11/2017).

Dari tiga pertandingan (belum termasuk partai Persija vs Persib), wasit yang mengantongi lisensi FIFA pada 2017 ini mengeluarkan 15 kartu kuning tanpa sekali pun kartu merah. Jadi, kartu merah untuk Vladimir Vujovic merupakan kartu merah pertama yang keluar dari sakunya di Liga 1 2017.

Catatan di A-League

Bagi sebagian kalangan, Shaun Evans mungkin dianggap memiliki rekam jejak kontroversial, bahkan dari klub peserta A-League (kompetisi Liga Australia).

Shaun Evans tercatat sebagai wasit utama A-League sejak musim 2012-2013. Ia promosi dari jabatan asisten wasit di A-League yang dijalani sejak 2008-2009. Hingga musim 2017-2018 ini, ia tercatat sudah memimpin dalam 56 pertandingan A League sebagai wasit utama. Ia memberikan sebanyak 220 kartu kuning dan tujuh kartu merah.

Shaun Evans juga pernah bertugas sebagai wasit utama di China Super League, yakni pada 2013. Ketika itu ia memimpin dalam empat pertandingan dengan memberi 18 kartu kuning.

Meski mendapat beberapa penghargaan selama berkarier sebagai wasit, Shaun Evans mencatatkan rekam jejak yang buruk di mata beberapa klub A-League. Salah satunya, Adelaide United.

Seusai pertandingan pada 17 Oktober 2016 melawan Adelaide united melawan Western Sydney, kubu Adelaide berang dengan berujar tak ingin Shaun Evans memimpin laga di A-League lagi. Hal itu karena Shaun Evans hanya memberikan kartu kuning setelah pemain lawan melakukan tekel sangat keras pada pemain Adelaide United.

Kemudian pada laga Perth Glory versus Melbourne City pada 27 Desember 2017. Kedua pelatih dari dua tim sama-sama tak puas dengan kepemimpinan sang wasit dengan menyebut Shaun Evans sebagai wasit yang inkonsisten serta wasit kontroversial.

Terbaru, pada 27 Oktober 2017 saat memimpin laga Sydney FC vs Perth Glory. Pada laga ini Perth Glory kena penalti hingga tiga kali. Dua di antaranya berhasil jadi gol buat Sydney FC.

Pada penalti kedua yang berbuah gol pertama Sydney FC, kubu Glory sempat berang karena Shaun Evans membutuhkan waktu hingga empat menit, dari normal maksimal 30 detik, untuk mengecek VAR (sisten video asisten wasit). 

Pencinta sepak bola di Tanah Air mungkin bisa menyimpulkan sendiri bagaimana kinerja Shaun Evans pada laga Persija melawan Persib di Stadion Manahan, Solo, Jumat sore tadi.

Berita Terkait