3 Momen Krusial Saat Timnas Indonesia Ditekuk Suriah U-23

oleh Ario Yosia diperbarui 18 Nov 2017, 22:00 WIB
Persahabatan Indonesia Vs Suriah U-23. (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan 1-0 Suriah U-23 dalam bentrok uji coba internasional yang dihelat di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Sabtu (18/11/2017). Mouhamade Anez jadi mimpi buruk bagi Tim Merah-Putih lewat golnya pada pengujung lama menit ke-84.

Suriah sebelumnya menggasak Timnas Indonesia U-23 dengan skor tipis 2-3. Berharap bisa melakukan revans, pelatih Tim Garuda, Luis Milla melakukan sejumlah perubahan.

Advertisement

Pada pertemuan kedua antarkedua negara yang hanya berselang dua hari, Timnas Indonesia menampilkan pilar-pilar senior dalam daftar pemain utama.

Andritany Ardhyasa, Fachruddin Wahyudi Aryanto, Ahmad Jufriyanto, M Taufiq, Bayu Pradana, Andik Vermansah, Boaz Solossa, Ilija Spasojevic, diturunkan berbarengan sejak menit awal.

Sayangnya, kehadiran pemain-pemain matang jam terbang di level internasional tak secara signifikan merubah keadaan. Sama seperti duel uji coba pertama, Suriah lebih mendominasi jalannya pertandingan.

Pelatih Indonesia, Luis Milla, tampak kecewa usai takluk dari Suriah U-23 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (18/11/2017). Indonesia kalah 0-1 dari Suriah U-23. (Bola.com/ M Iqbal Ichsan)

Timnas Indonesia yang hanya melakukan persiapan dalam hitungan hari terlihat keteteran menghadapi kubu tamu, yang menurut catatan sejarah, lebih banyak memenangi pertandingan.

Walau jika berkaca pada jalannya pertandingan, Timnas Indonesia punya kans besar menjebol gawang Suriah U-23. Jika lebih cerdik memanfaatkan momen, skor akhir pertandingan tidak perlu berpihak pada kubu tamu.

Bola.com mencatat tiga momen krusial Timnas Indonesia saat menjajal kekuatan Timnas Suriah U-23. Simak ulasannya:  

2 dari 4 halaman

Tiga Peluang di Babak Pertama

Striker Indonesia, Boas Salossa, mengontrol bola saat pertandingan melawan Suriah U-23 pada laga persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (18/11/2017). Indonesia kalah 0-1 dari Suriah U-23. (Bola.com/ M Iqbal Ichsan)

1. Tiga Peluang di Babak Pertama

Pada babak pertama, Timnas Indonesia dan Suriah saling jual beli serangan. Lini pertahanan tim asuhan sempat dibuat keteteran dengan skema permainan cepat kubu lawan di awal-awal laga.

Peluang pertama di babak pertama didapat Suriah pada menit ke-13. Untungnya tendangan Ahmad Al Ghalab yang menerima umpan dari sayap gawang hanya mengenai tiang gawang Tim Merah-Putih yang dikawal Andritany Ardhiyasa.

Timnas Indonesia mendapat peluang emas pertama pada menit ke-37. Diawali pergerakan lincah dari Andik Vermansah yang kemudian mengirim umpan tarik kepada Boaz Solossa di tengah kotak penalti.

Sayang, kapten Timnas Indonesia itu gagal memanfaatkan peluang setelah tendangan kaki kanannya melambung.

Selanjutnya full back kanan, Gavin Kwan Adsit mencoba peruntungan pada menit ke-41 lewat tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti. Sayang, bola masih melambung di atas mistar.

Peluang terakhir Timnas Indonesia tercipta saat injury time babak pertama memasuki menit kedua. Kesalahan kiper Suriah Ahmad Kanaan mengantisipasi tendangan bebas Andik hampir membuat Spasojevic mencetak gol di depan gawang Suriah. Tapi, bola rebound hanya melewati Spasojevic. Skor imbang tanpa gol bertahan hingga babak pertama berakhir.

3 dari 4 halaman

Tekanan Bertubi-tubi buat Andritany

Kiper Indonesia, Andritany, meninju bola saat pertandingan melawan Suriah U-23 pada laga persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (18/11/2017). Indonesia kalah 0-1 dari Suriah U-23. (Bola.com/ M Iqbal Ichsan)

2. Tekanan Bertubi-tubi buat Andritany

Memasuki babak kedua, Timnas Suriah U-23 lebih mendominasi jalannya laga. Pada menit ke-62, pergerakan pemain pengganti Suriah U-23, Ahmad Al Ahmad, membahayakan pertahanan Tim Merah-Putih.

Beruntung bagi Timnas Indonesia, umpan Al Ahmad dari sisi kiri tidak mampu diselesaikan Abd Al Rahman Al Barakat. Tujuh menit berselang Ahmad melayangkan tendangan keras yang sukses diblok kiper Andritany Ardhiyasa.

Tampil cukup apik sepanjang laga. Andritany akhirnya bisa dibobol  Suriah pada menit ke-84. Berawal dari sepak pojok, bola disundul pemain Suriah yang jatuh ke kaki Mouhamade Anez.

Setelah mengecoh bek Indonesia, Anez selanjutnya melepaskan tendangan yang tak bisa dijangkau penjaga gawang Persija Jakarta tersebut yang mengakibatkan Indonesia tertinggal 1-0.

 

 

4 dari 4 halaman

Dua Tembakan di Masa Injury Time

Pemain Timnas Indonesia U-23, Osvaldo Haay berjibaku dengan pemain Suriah U-23 pada laga persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Rabu (16/11/2017). Indonesia kalah 2-3. (Bola.com/NIcklas Hanoatubun)

3. Dua Tembakan di Masa Injury Time

Dalam kondisi tertekan, Timnas Indonesia masih bisa menciptakan sejumlah peluang emas. Sayang, tak satu pun berbuah gol.

Pada menit ke-67 Febri Hariyadi yang mendapatkan kans menjebol gawang Suriah. Menerima umpan dari Boaz Solossa, Febri menggiring bola hingga masuk ke kotak penalti, tapi sepakannya melebar di sisi kanan gawang.

Begitu tertinggal satu gol, Timnas Indonesia mencoba memanfaatkan waktu tersisa untuk menyamakan kedudukan. Tekanan yang dilakukan Tim Merah-Putih di pengunjung laga hampir membuat pertandingan berakhir imbang.

Pada masa injury time, Boaz Solossa Boaz punya kesempatan mencetak gol jika saja tendangan kiri mendatar pemain Persipura Jayapura itu masih mampu diblok kiper Ahmad Kanaan.

Peluang terakhir Timnas Indonesia diciptakan Septian David Maulana. Tendangan bebas pemain Mitra Kukar itu mampu diblok kiper Kanaan pada menit ke-96. Skor 1-0 untuk Suriah bertahan hingga laga usai.