Gagal Promosi ke Liga 1, Martapura FC Kena Kutukan Bulan November

oleh Gatot Susetyo diperbarui 29 Nov 2017, 17:30 WIB
Pelatih Martapura FC, Frans Sinatra Huwae, mengamati anak asuhnya saat melawan Persebaya pada laga semifinal Liga 2 2017 di Stadion GBLA, Bandung, Sabtu (25/11/2017). Persebaya menang 3-1 atas Martapura FC. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Bandung - Tiga tahun silam tanggal 24 November Martapura FC dikandaskan Persiwa Wamena untuk melangkah ke Indonesia Super League 2015. Pada laga penentuan yang digelar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo itu, Martapura FC kalah 0-1 dari The Highlanders.

Akhirnya, Persiwa naik kasta bersama Pusamania Borneo FC ke kasta tertinggi. Saat itu Manual Liga memang mengatur hanya dua tim dari Divisi Utama yang berhak ke ISL. Martapura FC dan PSGC Ciamis akhirnya hanya bisa gigit jari.

Advertisement

Tahun ini, pada November juga. Tampaknya jadi bulan kelabu bagi Laskar Sultan Adam.

Anak asuhan Frans Sinatra Huwae kembali harus mengubur mimpi mereka untuk berkiprah di Liga 1 2018. Qischil Gandrumini dkk. terhenti di tengah jalan lewat laga dramatis kontra PSIS yang berakhir 6-4 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Dua kali gagal naik kasta cukup sebagai bukti Frans Sinatra Huwae dan Martapura FC belum mampu memupus kutukan itu.

"Setelah gagal pada 2014, kami terus berbenah. Tiap tahun target kami harus bisa berprestasi. Tahun ini seharusnya momen terbaik. Karena persiapan kami sangat matang," ungkap Frans Sinatra Huwae.

Kalimat mantan gelandang Timnas Indonesia berdarah Ambon ini bukan isapan jempol. Dari segi materi dan permainan, Martapura FC lebih bagus dibanding tiga tahun lalu.

Bahkan saat ujicoba pramusim, Martapura FC mampu mengalahkan tiga klub Liga 1 laiknya Barito Putera, Persiba Balikpapan, dan Mitra Kukar.

Mereka hanya kalah tipis dari Borneo FC lewat titik penalti."Kami sudah lakukan yang terbaik. Mulai rekrutmen pemain, persiapan, hingga penyisihan kompetisi. Saya akui ini sebuah kegagalan, tapi Martapura FC tak boleh patah arang," katanya.