Pelatih Ungkap Alasan Turunkan Rian / Hendra di Final Kejuaraan Asia

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 12 Feb 2018, 13:35 WIB
Tim putra Indonesia memamerkan medali emas di Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu 2018 di Alor Setar, Malaysia, Minggu (11/2/2018). Indonesia mengalahkan China 3-1 di final. (PBSI)

Bola.com, Alor Setar - Pelatih ganda putra pelatnas PBSI, Herry Iman Pierngadi, menyatakan punya alasan khusus menurunkan pemain senior pada final Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu 2018 kontra China, di Alor Setar, Malaysia, Minggu (11/2/2018). Penjelasan ini diberikan menyusul keputusannya memainkan pasangan Rian Agung Saputro/Hendra Setiawan sebagai ganda kedua di final. 

Advertisement

Menurut Herry, sosok Hendra Setiawan yang sudah punya banyak pengalaman sangat dibutuhkan dalam turnamen penting seperti itu. 

“Saya memang cenderung ke pemain yang berpengalaman dalam event-event penting seperti ini dan di saat poin-poin penting," kata Herry seperti dilansir situs PBSI. 

"Seperti Hendra ini yang sudah berpengalaman, Hendra adalah legenda. Rian juga sudah beberapa kali ikut Piala Thomas. Jadi memang sengaja menurunkan mereka,” imbuh dia.

Pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Rian Agung Saputro menjadi penentu kemenangan tim Indonesia dengan skor 3-1 atas China. Mereka meraih kemenangan pada partai keempat atas Han Chengkai/Zhou Haodong dengan skor 21-14, 21-19.

Jonatan Christie menjadi pembuka jalan dengan merebut angka pertama dari Shi Yuqi dengan skor 16-21, 21-17, 21-18. Pasangan Mohammad Ahsan/Angga Pratama menang dua gim langsung atas He Jiting/Tan Qiang dengan skor 21-19, 21-18.

Anthony Sinisuka Ginting yang turun di partai ketiga, harus mengakui keunggulan Qiao Bin, dalam permainan rubber game dengan skor 12-21, 21-11, 14-21.

Kemenangan tersebut membuat tim putra Indonesia berhasil mempertahankan gelar di ajang Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu. Sementara itu, tim putri membawa pulang medali perunggu setelah kalah 0-3 dari Jepang di babak semifinal. 

Berita Terkait