Mengupas Trisula Persipura di Liga 1 2018

oleh Aditya Wany diperbarui 20 Mar 2018, 19:30 WIB
Trisula Persipura di Liga 1 2018, Marcel Sacramento, Hilton Moreira, dan Boaz Solossa. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Jayapura - Kehilangan beberapa pemain andalan bisa jadi tidak akan mereduksi kekuatan Persipura Jayapura musim ini. Mereka masih memiliki beberapa pemain baru yang siap diorbitkan untuk mengarungi musim 2018.

Tak ada lagi nama-nama seperti Marinus Wanewar, Osvaldo Haay, Feri Pahabol, dan Addison Alves di skuat Mutiara Hitam saat ini. Keempat pemain bertipe menyerang andalan musim lalu tersebut, kini telah hengkang.

Marinus memilih bergabung dengan juara bertahan Liga 1, Bhayangkara FC, lalu Addison bersama klub ibu kota, Persija Jakarta. Sedangkan Osvaldo dan Feri telah menjadi bagian Persebaya Surabaya.

Advertisement

Meski begitu, Persipura setidaknya masih menyisakan dua nama di lini depan, yakni Frisca Womsiwor dan kapten tim, Boaz Solossa. Selain keduanya, Persipura juga sudah punya beberapa pemain muda yang dipromosikan dari tim U-19.

Nama-nama seperti Marcel Kararbo, Ronaldo Wanma, dan Gosner Komboi bakal jadi tumpuan lini depan. Lalu masih ada dua penyerang asal Brasil, Marcel Sacramento dan Hilton Moreira, yang punya pengalaman di Liga Indonesia.

Formasi 4-3-3 sudah menjadi andalan Persipura sejak lama dengan mengandalkan trisula lini depan. Pelatih anyar Persipura, Peter Butler, juga masih mengusung skema sama dengan menempatkan tiga penyerang: satu striker dan dua winger.

 

2 dari 4 halaman

Tak Ada Nama Pakem

Menariknya, tidak ada nama-nama pakem yang menghuni trisula lini depan Persipura selama tim Mutiara Hitam melakoni empat uji coba di Jawa Timur. Di laga perdana Jakajaya melawan Persela (9/3/2018), Butler mempercayakan trisula itu kepada Ronaldo, Sacramento, dan Hilton di starting line-up. Kararbo dan Frisca kemudian masuk di babak kedua.

Lalu, saat laga melawan Bhayangkara FC (11/3/2018), terdapat sedikit perubahan dengan memberi kesempatan Frisca menggantikan posisi Ronaldo. Di babak kedua, giliran Boaz dan Kararbo yang masuk. Boaz tampil sebagai pahlawan dengan mencetak gol pada laga yang berkesudahan 1-0 itu.

Demikian halnya dengan kemenangan 3-1 atas Barito Putera di laga pamungkas Jakajaya (14/3/2018). Kali ini, trio lini depan diisi Boaz, Sacramento, dan Kararbo. Ronaldo dan Elisa Basna kemudian mendapat kesempatan menjajal sektor sayap menggantikan Boaz dan Kararbo di babak kedua.

Lawatan ke Madura United (18/3/2018) melahirkan trisula yang berbeda lagi. Gosner dan Hilton dipercaya sebagai winger untuk membantu Sacramento yang telah menjadi target man andalan.

Butler mengungkap keputusannya menurunkan trisula yang berbeda di setiap laga merupakan bagian dari keinginannya meraba kekuatan tim. Dia enggan menyebut Persipura menemukan trisula pakem untuk Liga 1.

"Seluruh pemain lini depan bisa bermain untuk Persipura, terutama pemain muda. Saya selalu usahakan memberi kesempatan kepada pemain yang siap bermain. Saya tidak perlukan mengutamakan pemain tertentu karena setiap pemain punya potensi yang hampir sama," kata Butler kepada Bola.com.

Dengan menurunkan trisula yang berbeda dalam empat starting line-up itu, Persipura masih belum terkalahkan. Hasilnya, dua kali menang dan sekali imbang dengan torehan empat gol dan sekali kebobolan.

 

3 dari 4 halaman

Kebuntuan

Namun, ada satu catatan yang harus menjadi perhatian Butler. Dua laga yang berakhir imbang itu juga tidak melahirkan gol bagi Persipura. Skor kacamata menghiasi pertemuan mereka dengan Persela dan Madura United.

Hal itu berarti, lini depan Persipura sempat mengalami kebuntuan untuk membobol gawang lawan. Seusai melawan Persela, Butler berdalih timnya masih belum siap karena baru melakoni laga perdana musim ini.

Pelatih asal Inggris itu juga punya alasan pasca gagal mencetak gol ke gawang Madura United. Dia menilai anak asuhnya kelelahan karena harus melakoni empat pertandingan dalam 10 hari.

"Lagi pula, kami masih terus berusaha mencari formula yang pas untuk tim. Saya tidak bilang tim ini sekarang siap 100 persen untuk Liga 1. Tapi, saya masih ingin kami menemukan organisasi permainan yang rapi," imbuh pelatih 51 tahun itu.

Dari sekian nama yang masuk starting line-up itu, Sacramento menjadi satu-satunya yang tidak pernah absen. Dia selalu diplot menjadi striker bertipe target man dalam empat laga, menunggu bola matang mengarah padanya sebelum dieksekusi.

Hasilnya belum terlalu terlihat siginifikan. Striker 30 tahun itu menyumbang sebiji gol saja dalam empat pertandingan tersebut. Satu gol milik Boaz, dan dua gol lainnya diborong Kararbo.

"Saya sebenarnya bisa bermain di beberapa posisi. Selain striker, saya juga bisa menjadi winger atau bahkan gelandang serang. Saya juga sempat terkejut, terus dipercaya menjadi starter untuk posisi striker. Tapi, pelatih meyakinkan saya untuk bermain seperti yang dia minta. Saya juga akan bekerja keras untuk tim dengan membantu mencetak gol," jawab Sacramento.

 

4 dari 4 halaman

Trisula Persipura

Trisula Persipura

vs Persela

Ronaldo Wanma-Marcel Sacramento-Hilton MoreiraFrisca Womsiwo-Marcel Kararbo

vs Bhayangkara FC

Frisca Womsiwor-Marcel Sacramento-Hilton MoreiraBoaz Solossa-Ronaldo Wanma-Marcel Kararbo

vs Barito Putera

Boaz Solossa-Marcel Sacramento-Marcel KararboRonaldo Wanma-Elisa Basna

vs Madura United

Gosner Komboi-Marcel Sacramento-Hilton Moreira