76 IDH Urban Jadi Ajang Promosikan Olahraga Urban Downhill

oleh Muhammad Wirawan Kusuma diperbarui 31 Mar 2018, 21:28 WIB
76 IDH Urban di helat di Kawasan New Selo, Boyolali, 31 Maret 2018 hingga 1 April 2018. (dok. Indonesian Downhill)

Bola.com, Boyolali - Asosiasi Indonesian Downhill menghelat ajang 76 IDH Urban di Kawasan New Selo, Boyolali, 31 Maret 2018 hingga 1 April 2018. Ajang ini diikuti pebalap yang memiliki lisensi UCI yang dikeluarkan PB ISSI.

Advertisement

76 IDH Urban merupakan cara Indonesian Downhill untuk memperkenalkan olahraga urban downhill. Direktur Indonesian Downhill, Parama Nugroho, menyebut urban downhill biasanya dilakukan di kawasan penduduk atau tempat wisata yang dikunjungi banyak wisatawan.

"Urban downhill itu lebih ke light downhill, versi ringan dari olahraga downhill. Sama- sama mencari pebalap tercepat sampai ke garis finis, tetapi urban downhill diadakan di tempat yang lebih mudah dijangkau, tujuannya untuk memperkenalkan downhill ke penggemar sepeda gunung (MTB)," tutur Parama dalam rilis yang diterima Bola.com.

Itu juga yang menjadi alasan Indonesian Downhill memilih Kawasan New Selo, Boyolali, sebagai seri pembuka pembuka 76 Indonesian Downhill 2018.

"Kami ingin lebih memperkenalkan downhill sehingga kami buat treknya lebih menyenangkan meski tetap ada unsur memacu adrenalinnya. Seperti di New Selo ini, trek dibuat dengan rintangan yang sebenarnya tidak mudah, tapi asyik," kata pria yang akrab disapa Nunung tersebut.

Pada Sabtu (31/3/2018), Tyo Cahyadi dari Spartan Racing Team berhasil menjadi pebalap tercepat di kelas Men Elite. Dia mencatatkan waktu 2 menit 08, 256 detik, unggul 0,924 detik dari Dimas Pamungkas. Meski demikian, Tyo belum dipastikan menjadi juara karena masih menunggu hasil babak final yang berlangsung Minggu (1/4/2018).

Berita Terkait