Nasib Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan yang Makin Terpinggirkan dari Timnas Indonesia: Mungkinkah Bisa Comeback di Era John Herdman?

Lantas, bagaimana nasib Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan di Timnas Indonesia?

Bola.com, Jakarta - Dua pemain dengan catatan caps terbanyak bersama Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan, saat ini masih terus berjuang untuk sembuh dari cedera. Keduanya bakal menghadapi tantangan yang cukup berat untuk bisa kembali ke Skuad Garuda.

Nasib nahas menghampiri mereka berdua saat berkarier di Liga Thailand musim ini. Asnawi Mangkualam, misalnya, divonis mengakhiri musim lebih cepat setelah naik ke meja operasi karena mengalami cedera ACL pada lutut kanannya.

Situasi yang menimpa Pratama Arhan tak jauh berbeda. Dia harus menyusul Asnawi naik ke meja operasi untuk menyembuhkan cedera meniscucs pada lutut kanannya. Arhan juga diprediksi absen hingga akhir musim untuk sembuh dari cedera.

Lantas, bagaimana nasib kedua pemain yang termasuk mengantongi caps tertinggi bersama skuad Merah Putih ini? Mampukah keduanya bersaing kembali untuk merebut posisinya di bawah asuhan John Herdman?

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Sudah Absen Lama

Asnawi dan Arhan memang memiliki nasib yang tak jauh berbeda di tim nasional. Keduanya sempat menjadi pemain andalan Shin Tae-yong. Namun, setelah pelatih asal Korea Selatan tersebut lengser, keduanya ikut kehilangan tempat di tim nasional.

Menurut catatan, Asnawi terakhir kali memperkuat Timnas Indonesia pada Piala AFF 2024. Hal yang sama juga berlaku bagi Arhan. Keduanya ikut dipanggil ketika STY hanya menggunakan amunisi muda di kejuaraan antarnegara ASEAN itu.

Sebelum ajang tersebut, Asnawi sebetulnya masih beberapa kali dipercaya STY, termasuk menjadi kapten Timnas Indonesia. Namun, dia terakhir menjalankan tugas itu ketika Tim Garuda menghadapi China pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Sementara itu, Arhan bisa bertahan sedikit lama di tim nasional senior. Dia masih mengenyam menit bermain ketika menghadapi Arab Saudi pada medio 19 November 2024 di ajang yang sama.

 

Terlupakan di Era Kluivert

Sejauh ini, Arhan termasuk sebagai pemain dengan caps tertinggi karena sudah mengukir 50 penampilan sejak debut pada Mei 2021. Sementara itu, Asnawi sudah membukukan 48 caps sejak debut pada Maret 2017.

Setelah Shin Tae-yong lengser, kedua pemain tersebut juga mengalami nasib yang sama di era pelatih baru. Asnawi dan Arhan sama-sama gagal kembali ke Timnas Indonesia setelah masuknya Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala.

Keduanya kesulitan menembus tim nasional sepanjang 2025. Situasi tersebut masih berlangsung sampai saat ini, serta diperparah dengan kondisi keduanya yang sama-sama dihantam cedera parah.

Keduanya melewatkan beberapa ajang penting tim nasional, termasuk ketika skuad Garuda berjuang di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, hingga terakhir ajang FIFA Series 2026 pada Maret lalu.

 

Peluang Kembali ke Timnas

Meskipun demikian, keduanya akan menghadapi tantangan yang tak mudah untuk kembali ke tim nasional. Persaingan di posisi masing-masing sudah sangat ketat, termasuk karena hadirnya pemain naturalisasi baru.

Di posisi bek kanan, Asnawi akan menghadapi dua pemain yang menjadi pesaing terberatnya. Mereka adalah Yakob Sayuri dan Kevin Diks, yang sama-sama menjadi pilihan utama di era Patrick Kluivert dan John Herdman.

Sementara itu, di pos bek kiri, Arhan akan menghadapi persaingan yang jauh lebih mengerikan. Sebab, ada nama-nama seperti Calvin Verdonk, Dean James, Shayne Pattynama, hingga Dony Tri Pamungkas yang siap berebut tempat dengannya.

Setelah sembuh dari cedera, Asnawi dan Arhan membutuhkan performa terbaiknya untuk bisa kembali comeback bersama Timnas Indonesia. Jika mampu mencapai level ini, peluang untuk merebut posisinya kembali bakal tetap terbuka.

Video Populer

Foto Populer