Kerangka Tim Pra-PON Jatim Ditarget Terbentuk pada Agustus 2018

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 08 Mei 2018, 06:15 WIB
Seleksi pemain tim Pra-PON Jatim yang dibuka pada awal Maret akan bergulir hingga Agustus 2018. (Bola.com/Zaidan Nazarul)

Bola.com, Surabaya - Seleksi pemain tim Pra-PON Jatim yang dibuka pada awal Maret akan bergulir hingga Agustus 2018. Sesuai jadwal yang ditetapkan, kerangka tim ditargetkan juga terbentuk pada Agustus.

Ketua Asprov PSSI Jatim, Ahmad Riyadh, menyataka seleksi ini dilakukan untuk mencari pemain-pemain muda terbaik yang akan menjadi penggawa tim Jatim pada PON 2020 di Papua.

Advertisement

Pemain yang mengikuti seleksi ini diambil dari berbagai daerah di Jawa Timur. "Mereka umumnya hasil dari pantauan tim pelatih, kolega, serta pelatih klub-klub di Jatim, juga rekomendasi dari beberapa teman," tutur pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini, Senin (7/5/2018). 

Selama Ramadan, para pemain yang sedang menjalani seleksi akan latihan terpusat di Kediri. Di sana, mereka akan berlatih setiap malam. "Sekalian kalau ada pemain bagus di Kediri dan sekitarnya bisa kami panta karena di sana banyak pemain bagus," ujar Rudy Keeltjes, pelatih kepala tim pra-PON Jatim.

Saat ini, ada 19 pemain yang sedang menjalani seleksi. Jumlah ini lebih sedikit dari kuota (24 pemain) yang seharusnya terisi. "Sebetulnya sudah ada 24 pemain, tapi kami coret lima pemain karena saya anggap tidak memenuhi kualifikasi yang saya tentukan," ujar Rudy.

Sejak ditangani Rudy, tim pra-PON Jatim sudah menjalani tiga kali uji coba, dengan hasil dua kali menang dan sekali kalah. Dari uji coba itu diketahui tim tersebut membutuhkan dua striker bernaluri gol tinggi, gelandang, serta dua kiper.

Rudy optimistis segera menemukan sederet pemain yang dicari. Selama Ramadan, keran seleksi untuk pemain muda kategori U-21 yang bermain di Liga 3 akan dibuka. Mereka yang dianggap memenuhi kriteria yang telah ditentukan tim pelatih berkesempatan bergabung dengan tim pra-PON Jatim.

Kendati kerangka tim sudah terbentuk pada Agustus, bukan berarti pemain yang sudah masuk dalam daftar 24 pemain tim pra-PON bakal aman. Nantinya, promosi degradasi tetap diberlakukan.

"Pemain yang dinilai tidak berkembang, atau menurun akan digantikan dengan pemain lain. Apalagi kalau ada yang cedera atau indisipliner," tutur Rudy.

Sebanyak 19 pemain tim pra-PON yang masih bertahan menjalani tes fisik di KONI Jatim pada Senin (7/5/2018) pagi. Tes tersebut dilakukan untuk mengetahui Vo2Max pemain. "Hasilnya memang belum diketahui. Tapi secara keseluruhan kondisi fisiknya bagus," terang Rudy.