Finis Posisi Tujuh, Galang Hendra Gagal Menang di WSSP300

oleh Defri Saefullah diperbarui 08 Jul 2018, 21:31 WIB
Galang Hendra ingin raih posisi tiga besar di klasemen WSSP300 (dok: Yamaha)

Jakarta - Galang Hendra Pratama gagal meraih kemenangan di kejuaraan World Super Sport 300 (WSSP300) seri Italia. Galang Hendra hanya finis di posisi tujuh di WSSP300 Italia di Sirkuit Misano, Minggu (8/7/2018), 

Pembalap muda Indonesia ini terpaut 1,204 dari pembalap Italia, M Bastianelli yang keluar sebagai juara. Dengan demikian, target untuk merebut klasemen posisi tiga untuk sementara kembali tertunda.

Advertisement

Galang Hendra sebenarnya memetik modal penting jelang balapan. Dia merebut pole saat mencatatkan waktu 1 menit 50,517 detik.

Namun pada balapan sebenarnya, Galang Hendra harus akui ketangguhan pembalap-pembalap Kawasaki yang menempati posisi satu dan dua. Posisi dua diraih M Perez, sedangkan posisi tiga diraih M Gonzalez asal Spanyol.

Dengan raihan posisi tujuh, posisi Galang Hendra naik dua peringkat ke posisi 6 klasemen sementara. Dia saat ini mengoleksi 52 poin.

 

 

2 dari 3 halaman

Daftar Klasemen

Galang Hendra gagal menang di WSSP300 Italia (dok: Yamaha)

Untuk saat ini, puncak klasemen WSSP300 masih ditempati pembalap Spanyol A Carrasco. Dia masih kokoh dengan 84 poin meski finis di posisi ke-10 pada WSSP300 Italia.

Posisi dua dihuni pembalap asal Jerman L Grunwald dengan 68 poin. Sedangkan posisi tiga B sanchez yang pada balapan kali ini tidak finis. Dia mengoleksi 58 poin.

3 dari 3 halaman

Bawa Blangkon

Galang Hendra ingin memperkenalkan blangkon Jawa di Eropa (dok: Yamaha)

Galang Hendra tak hanya menjadi yang tercepat saat kualifikasi World Supersport 300 (WSSP300) Italia digelar di Sirkuit Misano, Sabtu (7/7/2018). Namun pembalap muda Indonesia binaan Yamaha Indonesia ini juga mengusung misi untuk populerkan salah satu produk khas Indonesia, blangkon.

Galang Hendra sengaja membawa Blangkon Jawa yang dipakai bersama kru timnya. Dia mengaku ingin membawa dan memperkenalkan Budaya Jawa di Benua Eropa.

"Saya bawa Blangkon Jawa sekitar 12 buah. Kita pakai semua. Saya ingin mengenalkan dan mempopulerkan budaya Jawa di dunia balap internasional," ucap pembalap asal Yogyakarta ini seperti rilis yang diterima Liputan6.com.