Kiper Timnas Indonesia U-16 Belajar dari Kegagalan Penalti Timnas U-19

oleh Aditya Wany diperbarui 12 Agu 2018, 18:30 WIB
Selebrasi kiper Timnas Indonesia U-16, Ernando Ari Sutaryadi, setelah mengadang penalti Thailand pada final Piala AFF U-16 2018, Sabtu (11/8/2018). (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Sidoarjo - Tangis haru kiper Timnas Indonesia U-16, Ernando Ari Sutaryadi, pecah sesaat setelah ia menepis penalti kelima pemain Thailand. Ernando mampu menghalau bola sepakan Pongsakorn Innet pada partai final Piala AFF U-16 2018 yang harus berakhir lewat drama adu penalti di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu malam (11/8/2018).

Momen itu membuat Timnas Indonesia U-16 mengunci kemenangan 4-3 atas Thailand setelah bermain 1-1 selama 80 menit pertandingan. Ernando melompat kegirangan sambil menangis dan disambut rekan-rekannya.

Kiper bernomor punggung 21 itu tak hanya menjadi pahlawan bagi timnya, tetapi juga jutaan masyarakat Indonesia yang ingin Tim Garuda Asia menjuara Piala AFF U-16 2018. Sebelumnya, Ernando juga melakukan penyelematan terhadap bola eksekusi Apidet Janngan.

Advertisement

Ernando mengaku telah melakukan persiapan matang sebelum tampil dalam adu penalti. Dia bahkan sudah membayangkan bagaimana reaksi publik bila dia berhasil melakukan penyelamatan di babak ini.

"Saya pasti merasa terharu sekali. Saya sudah membayangkan bagaimana kalau saya menepis, saya membuat sejarah di sini dan semua bangga. Kegagalan Timnas U-19 saya jadikan contoh. Saya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dan ingin membanggakan Indonesia sebagai tuan rumah Indonesia," ungkap Ernando.

Timnas Indonesia U-19 memiliki kenangan tak menyenangkan saat tampil di stadion yang sama pada Piala AFF U-19 2018 pertengahan Juli lalu. Saat itu, Garuda Nusantara kalah dari Malaysia lewat babak adu penalti di fase seminal.

Kekalahan itu sekaligus memupus harapan juara skuat Indra Sjafri. Ernando belajar dari kegagalan tersebut.

"Saya bangga sekali sudah membawa tim ini juara. Saya berterima kasih kepada suporter dan juga doa orang tua. Saya pokoknya merasa bangga sekali. Saya berlatih, bekerja keras, dan merasa bangga dengan pencapain sejarah baru timnas,” imbuhnya.

Pelatih Timnas Indonesia U-16, Fakhri Husaini, ikut memberikan apresiasi kepada Ernando.

"Karena pertandingan ini ditonton hampir 30 ribu, buat Ernando itu bisa menjadi beban. Saya sampaikan kepada Ernando, beban adu penalti itu bukan di kiper, tapi di penendang. Saya melihat dia terlihat rileks," kata Fakhri.