Dota dan League of Legends akan Dipertandingkan di Cabang E-Sports SEA Games 2019

oleh Darojatun diperbarui 07 Sep 2018, 09:15 WIB
Ketua Asosiasi E-Sports Indonesia (IeSPA), Eddy Lim, beri sinyal bagus untuk Sea Games 2019 Manila.

Bola.com, Jakarta Kemeriahan yang mewarnai cabang e-sports Asian Games 2018 di Jakarta pada 28 Agustus hingga 1 September 2018 membuat federasi e-sports Asia (AeSF) gencar mendorong wacana ditampilkannya e-sports sebagai cabang olah raga prestasi di SEA Games 2019 Manila. Bila di Asian Games 2018 ada enam nomor yang dipertandingkan (Arena of Valor, League of Legends, Clash Royale, Starcraft II, Hearthstone, dan Pro Evolution Soccer), kini telah berembus kabar bahwa Filipina sudah merencanakan menggelar kompetisi Dota dan League of Legends (LOL) di SEA Games tahun depan. 

Hingga pekan ini, Asosiasi E-Sports Indonesia (IeSPA) telah mendapatkan informasi awal bahwa Filipina akan mempertandingkan tiga nomor e-sports di SEA Games 2019, dan dua di antaranya dipastikan adalah Dota dan LOL. 

"Dota sangat populer di Filipina dan mereka jelas punya peluang besar untuk meraih medali emas di nomor ini karena atlet e-sports yang handal pada nomor tersebut sangat banyak di sana. Saya sendiri berharap jumlah nomor yang dipertandingkan bisa bertambah dari tiga menjadi lima atau enam," kata ketua IeSPA, Eddy Lim, kepada Bola.com.

Advertisement

2 dari 2 halaman

Peluang Besar di Hearthstone dan Clash Royale

Harapan Eddy itu tidak lepas dari fakta bahwa Indonesia telah meraih emas di nomor Clash Royale dan mendapatkan perak di nomor Hearthstone pada Asian Games 2018. Pengusaha sukses dalam industri material teknik sipil itu berharap dua atlet andalan Indonesia, Ridel "Benzer" Sumarandak (Clash Royale) dan Hendry "Jothree" Handisurya (Hearthstone), dapat turun berlaga di SEA Games 2019 dan mempersembahkan medali emas. 

"Kalau SEA Games 2019 mengkompetisikan hanya tiga nomor, salah satu dari nomor andalan itu akan tidak dipertandingkan sehingga menjadi kerugian buat Indonesia. Semoga panitia lokal menggelar lebih banyak nomor e-sports dan tidak hanya tiga, tapi sekali lagi semua sangat tergantung bukan hanya pada level persaingan yang mau dihindari tuan rumah tapi juga kepentingan industrial," kata lelaki berkacamata itu lagi. 

Hal yang dimaksud sebagai kepentingan industrial adalah mengenai terlibatnya sejumlah pengembang video game dalam penentuan pemilihan nomor e-sports di Asian Games 2018 dan SEA Games 2019. Sokongan dana penyelenggaraan kompetisi dari para pengembang game seperti Tencent (League of Legends, Arena of Valor) atau Konami (Pro Evolution Soccer, Winning Eleven) di Asian Games 2018, misalnya, adalah salah satu alasan kenapa beberapa nomor tertentu dipertandingkan. 

So, kita tunggu saja perkembangan soal cabang-cabang e-sports apa yang kelak pasti dipertandingkan di SEA Games 2019.