Banyak Tiket Arema Vs Persebaya Dikembalikan ke Panpel Seusai Pertandingan

oleh Iwan Setiawan diperbarui 06 Okt 2018, 21:30 WIB
Iwan Budianto, Ruddy Widodo berdiskusi dengan kepolisian dan Ketua Panpel Arema, Abdul Haris, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (6/10/2018). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Kabar tiket laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang terjual ludes sejak tiga pekan lalu ternyata hanya isapan jempol saja karena jumlah penonton yang memasuki Stadion Kanjuruhan untuk menyaksikan laga sore tadi hanya 26.293.

Hal itu berarti masih ada sekitar 19 ribu tiket yang tidak terjual. Setelah pertandingan, banyak mitra kerja dan calo yang sempat protes untuk mengembalikan tiket yang tidak laku.

"Tiket melawan Persebaya ini tidak ada yang beli. Padahal, kami jual dengan harga normal. Untuk tiket ekonomi Rp40 ribu. Ini merupakan imbas dari imbauan di ticket box, tiket sudah habis. Selain itu, Aremania yang belum memiliki tiket juga diimbau tidak datang ke stadion," kata Imam, satu di antara mitra kerja panpel Arema untuk tiket.

Advertisement

Selain itu, menjelang pertandingan ternyata loket di Stadion Kanjuruhan juga masih menjual tiket ekonomi. Lagi-lagi, hal itu berarti masih ada tiket yang memang belum terjual.

"Tadi katanya tiket yang sudah dipegang mitra kerja tidak boleh dikembalikan. Tapi, kenyataannya imbauan tersebut membuat tiket kami tidak laku," lanjutnya.

Ketua panpel Arema, Abdul Haris, melunak. Setelah pertandingan dia memperbolehkan mitra kerja untuk mengembalikan tiket yang tidak laku. Hanya, sampai saat ini masih belum diketahui berapa jumlah tiket yang dikembalikan.

"Tadi memang ada sisa 700 tiket jatah korwil yang tidak diambil. Jadi, akhirnya dijual di loket," jelas Abdul Haris.

Aremania sebenarnya sempat mengeluhkan langkanya tiket pertandingan melawan Persebaya. Mereka masih mengantre untuk membeli tiket itu. Tetapi, ternyata tiket yang dialokasikan kepada mitra kerja baru dijual pada hari H.

Jadi, ada kesalahan komunikasi karena manajemen dan panpel mengira tiket yang dipegang mitra kerja sudah dijual lewat sistem pemesanan.

Dari pantauan Bola.com, sepanjang jalan dari Kota Malang ke Stadion Kanjuruhan, masih banyak ditemui calo tiket. Namun, Aremania tampaknya memilih untuk mematuhi imbauan manajemen sehingga mereka tidak membeli tiket lagi pada hari H. Apalagi jika tiket sudah ditangan calo, harganya sudah melejit hingga dua kali lipat.

Selama ini Arema melakukan distribusi tiket dengan tiga cara, yakni lewat pesanan di ticket box, disalurkan ke korwil dan mitra kerja. Khusus untuk mitra kerja ini memang kebanyakan lari ke calo tiket dan jumlah yang disalurkan tidak pernah terekspose.

Berita Terkait