West Ham United Investigasi Aksi Rasial kepada Mohamed Salah

oleh Rizki Hidayat diperbarui 07 Feb 2019, 05:45 WIB
Winger Liverpool, Mohamed Salah, mendapat perlakuan rasial dari suporter West Ham United pada laga laga pekan ke-25 Premier League, di London Stadium, Senin (4/2/2019). (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Bola.com, London - Winger Liverpool, Mohamed Salah, menjadi korban aksi rasial yang diduga dilakukan suporter West Ham United, pada laga laga pekan ke-25 Premier League, di London Stadium, Senin (4/2/2019).

Duel The Reds kontra The Hammers berakhir dengan skor sama kuat 1-1. Liverpool sempat unggul lebih dulu melalui gol Sadio Mane pada menit ke-22, dan dibalas oleh Michail Antonio enam menit setelahnya.

Advertisement

Laga itu diselimuti dengan berbagai kontroversi. Salah satunya adalah gol Sadio Mane yang tercium berbau offside.

Dalam tayangan ulang, James Milner selaku pemberi assist terlihat telah melampaui garis pertahanan sebelum menerima umpan dari Adam Lallana.

Selain kontroversi, pertandingan tersebut juga diselimuti oleh kasus rasial yang menimpa Mo Salah. Dalam sebuah video yang tersebar di media sosial terdengar ejekan yang kurang pantas untuk pemain asal Mesir tersebut.

Insiden itu terjadi saat Mohamed Salah sedang mengambil bola di sudut lapangan untuk melakukan sepak pojok. Kurang lebih sama seperti apa yang dialami pemain Manchester City, Raheem Sterling, saat menghadapi Chelsea beberapa bulan lalu.

 

2 dari 2 halaman

West Ham United Lakukan Penyelidikan

Liverpool menghadapi West Ham United pada laga pekan ke-25 Premier League, di London Stadium, Senin (4/2/2019) malam waktu setempat. (AFP/Glyn Kirk)

Hal itu membuat West Ham terjun langsung untuk mencari siapa pelaku dari perbuatan yang kurang terpuji itu. Dengan tegas, klub yang berdomisili di London tersebut menyatakan tidak mengampuni segala bentuk kasar walau datang dari fansnya sendiri.

"Di West Ham United, kami punya kebijakan tidak menoleransi semua bentuk kekerasan serta perilaku yang kasar," begitu bunyi pernyataan klub kepada Liverpool Echo.

Lebih lanjut, klub menyatakan tak memberi perlakuan khusus untuk siapapun yang datang ke stadion. Mereka bahkan siap untuk menyambutnya dengan tangan terbuka.

"Kami adalah klub yang inklusif. Tak peduli umur, ras, agama atau kepercayaan, pernikahan atau kemitraan sipil, hamil atau sudah bersalin, jenis kelamin, orientasi seksual, ataupun disabilitas, semuanya diterima di London Stadium."

"Siapapun yang kedapatan melakukan penyerangan akan diserahkan kepada pihak kepolisian dan dihadapkan dengan larangan masuk ke London Stadium seumur hidup. Tak ada tempat bagi perlakuan seperti ini di stadion kami," tutup pernyataan tersebut.

Sumber: Bola.net

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

Berita Terkait