Fortnite Semakin Populer, CEO Liverpool Khawatir Generasi Milenial Tinggalkan Sepak Bola

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 07 Feb 2019, 10:16 WIB
1. Liverpool - 60 poin (AFP/Paul Ellis)

Bola.com, Jakarta - Fortnite menjadi satu di antara gim yang melejit sejak awal 2019. Populasi pemain aktif semakin meningkat, dan sudah lebih dari 200 juta unduhan. Pada satu sisi, kabar tersebut menjadi titik positif.

Namun, bagi sebagian orang, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran. Hal itu berkaitan dengan fakta para remaja atau kaum milenial sudah jarang melakukan olah raga fisik, dan lebih memilih bermain gim, seperti Fortnite.

Advertisement

Khusus 'wabah' Fortnite sampai menarik perhatian CEO Liverpool, Peter Moore. Ia merasa khawatir dengan anak-anak muda 'zaman now', yang lebih tertarik main gim daripada menonton sepak bola.

Moore tak asing dengan industri gim, karena sebelum bersama Liverpool pernah menjadi keluarga besar Electronic Arts. Walhasil, Ia sudah paham bagaimana seluk-beluk bisnis tersebut, beserta orang-orang yang memainkannya.

"Sebagai CEO sebuah klub sepak bola yang mengandalkan generasi muda menonton pertandingan, saya sangat prihatin. Ada banyak tekanan sekarang dan hanya 24 jam dalam sehari. Mereka lebih memilih menghabiskan waktu bermain gim Fortnite," jelas Moore.

Pernyataan tersebut memerkuat komentar Moore terkait kekhawatiran melihat sedikitnya penonton sepak bola dari kalangan milenial, terutama yang datang ke stadion. Oleh karena itu, Ia merasa industri sepak bola perlu memanfaatkan teknologi guna memastikan generasi milenial tumbuh dengan kecintaan terhadap sepak bola.

"Kita perlu mengemas konten menarik dengan durasi antara 60 hingga 90 menit guna menjaga perhatian mereka," tambah Moore. Kini, Liverpool bekerja sama dengan IBM untuk meningkatkan situs web dan aplikasi sehingga terus menghasilkan konten yang bisa dikonsumsi milenial.

Sumber: PCGamer, Liputan6