Piala Presiden 2019 Bergulir, Ponaryo Astaman Ingatkan Pentingnya Komitmen Klub

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 02 Mar 2019, 08:45 WIB
Mantan pemain Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto dan Ponaryo Astaman saat mengunjungi kantor Bola.com di Jakarta, Kamis (28/2). Kunjungan tersebut dalam rangka sosialisasi acara MILO Football Championship 2019. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Mantan kapten Timnas Indonesia, Ponaryo Astaman, mengakui Piala Presiden 2019 yang ditayangkan Indosiar bica menjadi turnamen pramusim yang bagus untuk pemanasan tim-tim Liga 1 sebelum memasuki kompetisi yang sebenarnya. Namun, General Manager APPI itu mengingatkan pentingnya komitmen klub dalam pandangannya terhadap turnamen tersebut terkait masa depan pelatih dan pemain.

Piala Presiden 2019 kembali bergulir sebagai turnamen pramusim edisi keempat setelah pertama kali digelar pada 2015. Turnamen yang diikuti oleh 18 klub Liga 1 plus 2 klub Liga 2 itu pun sudah mulai dipandang sebagai turnamen pramusim yang cukup bergengsi untuk bisa dimenangi.

Advertisement

Pandangan tersebut membuat Ponaryo Astaman merasa manajemen klub peserta harus bisa menjaga komitmennya ketika mengikuti Piala Presiden 2019 sebagai sebuah turnamen pramusim. Ponaryo berharap tak ada lagi nasib buruk yang dialami pelatih atau pemain ketika akan masuk ke kompetisi liga yang sesungguhnya.

 

"Tentu Piala Presiden bisa menjadi kesempatan bagi tim untuk pemanasan sebelum masuk kompetisi yang sesungguhnya. Namun, tak bisa dipungkiri juga ada konsekuensi ketika pramusim berbentuk turnamen seperti ini. Bisa sama-sama kita lihat dalam edisi sebelumnya ada pelatih yang dipecat ketika timnya gagal tampil di turnamen pramusim, tak terkecuali dengan pemain," ujar Ponaryo Astaman kepada Bola.com.

 

"Sebagai pelatih, tentu komitmennya ingin menjadikan turnamen ini sebagai ajang mencoba tim sebaik mungkin sebelum memasuki liga. Namun, ya harus disepakati komitmen yang jelas dengan manajemen klub agar hasil pramusim tak menjadi tolok ukur bagi pelatih dan pemain ketika menyongsong kompetisi sesungguhnya," lanjutnya.

Selain itu, Ponaryo Astaman juga menilai banyak klub harus memulai persiapan dari awal ketika kompetisi bergulir. Hal tersebut tak lepas dari komitmen ketika klub mengikuti turnamen pramusim.

"Tak hanya tim yang kalah di pramusim, bagi yang juara pun bisa saja terkena masalah. Ketika menang di turnamen pramusim, bisa saja tim menjadi terlena, lengah, lalu terlalu percaya diri. Akhirnya di kompetisi yang sesungguhnya menurun karena puncak performa justru ada di pramusim. Ketika mereka mengawali kompetisi sesungguhnya dari nol, itu bukan perkara yang mudah," ungkap mantan pelatih Borneo FC di Piala Presiden 2018 itu.

Piala Presiden 2019 digelar mulai 2 Maret hingga 12 April 2019. Babak penyisihan dibagi menjadi lima grup di 5 kota dan kabupaten di Jawa, yaitu Bandung, Bekasi, Magelang, Sleman, dan Malang.

 

Berita Terkait