Jawaban Kocak Asisten Pelatih Arema Saat Diusir Wasit di Leg Kedua Final Piala Presiden 2019

oleh Iwan Setiawan diperbarui 13 Apr 2019, 12:45 WIB
Asisten pelatih Arema, Kuncoro. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Laga leg kedua final Piala Presiden 2019 antara Arema melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat malam (12/4/2019), memunculkan sebuah insiden. Asisten pelatih Arema, Kuncoro, diusir oleh wasit Nuzur Fadillah di pengujung pertandingan.

Kuncoro sempat tersulut emosi dan melakukan protes berlebihan.

Advertisement

Saat dikonfirmasi, ini merupakan kali pertama dia diusir wasit ketika menjabat sebagai asisten pelatih. Dia mengaku sempat emosi kepada wasit karena pemainnya dikasari lawan. Protes keras dilakukannya kepada wasit cadangan di pinggir lapangan. 

"Saya banting air mineral waktu ada insiden Jayus Hariono didorong dari belakang oleh pemain asing Persebaya (Damian Lizio). Lalu diperingatkan wasit cadangan. Setelah mendekat saya izin mau keluar cari kopi. Jadi tidak diusir sebenarnya. Hehehe," canda Kuncoro.

Saat ini dia sudah bisa tersenyum karena Arema berhasil jadi juara Piala Presiden 2019. Dalam pertandingan leg kedua final kedua semalam, Arema menang 2-0.

Berbeda dengan saat pertandingan berjalan. Dia terlihat tegang. Beberapa kali memang Kuncoro memberikan instruksi kepada pemain bergantian dengan pelatih kepala Milomir Seslija.

 

Pemain Arema FC merayakan gelar juara Piala Presiden 2019 usai menaklukkan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Jumat (13/4). Arema FC menang 2-0 atas Persebaya. (Bola.com/Yoppy Renato)
2 dari 2 halaman

Izin Ngopi

Namun, dia tidak tahan begitu melihat aksi nakal pemain Persebaya hanya dihadiahi kartu kuning oleh wasit. Seperti sikutan Amildo Balde kepada Arthur Cunha dan dorongan Damian Lizio kepada Jayus Hariono.

Tetapi saat diusir wasit, Kuncoro justru mendapatkan tepuk tangan dari Aremania. Dia dianggap sudah ikut berjuang membangkitkan semangat pemainnya dari pinggir lapangan.

Sebenarnya pengalaman diusir wasit sudah sering didapatkan Kuncoro, justru saat masih jadi pemain. Dia dikenal sebagai tukang jagal dan punya temperamen tinggi. Tak jarang dia berkelahi dengan lawannya sehingga kartu merah jadi hal biasa baginya.

"Kalau dulu ya beberapa kali diusir wasit. Tapi, yang semalam itu memang mau izin ngopi kok. Jadi, masuk ruang ganti lebih dulu sebelum pertandingan selesai," candanya lagi.

Saat perayaan gelar juara setelah pertandingan, Kuncoro pun masuk lapangan dengan raut wajah ceria. Dia ikut bersukacita dengan pemain Arema dan Aremania atas gelar juara di turnamen pramusim ini.