Air Mata Mohamed Salah di Perpisahan Liverpool, Tinggalkan Warisan Besar di Anfield

Perjalanan panjang Mohamed Salah bersama Liverpool FC resmi berakhir dengan penuh emosi. Dalam laga terakhirnya bersama The Reds, Salah tidak mampu menyembunyikan kesedihan setelah menutup era gemilangnya di Anfield.

Bola.com, Jakarta - Perjalanan panjang Mohamed Salah bersama Liverpool FC resmi berakhir dengan penuh emosi. Dalam laga terakhirnya bersama The Reds, Salah tidak mampu menyembunyikan kesedihan setelah menutup era gemilangnya di Anfield.

Pemain asal Mesir tersebut mengaku menangis lebih banyak dibandingkan momen lain sepanjang hidupnya karena harus meninggalkan klub yang telah membesarkan namanya di sepak bola Eropa.

Salah menjadi salah satu sosok paling penting dalam kebangkitan Liverpool dalam hampir satu dekade terakhir. Sejak didatangkan dari AS Roma pada 2017, ia menjelma menjadi ikon baru The Reds dan membawa klub kembali bersaing di level tertinggi Inggris maupun Eropa.

Tak heran, perpisahan itu terasa begitu berat bagi sang pemain.

“Saya banyak menangis. Lebih banyak daripada sepanjang hidup saya,” ujar Salah.

“Sangat sulit meninggalkan tempat seperti ini. Saya sebenarnya bukan orang yang terlalu emosional, tetapi ini sangat sulit,” lanjutnya.

“Kami berhasil melakukannya dan membawa klub ini kembali ke tempat yang seharusnya,” tegas Salah.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Salah Antar Liverpool Kembali ke Puncak

Selama berseragam Liverpool, Salah sukses mempersembahkan berbagai gelar bergengsi untuk klub Merseyside tersebut.

Ia menjadi bagian penting saat Liverpool menjuarai UEFA Champions League musim 2018/2019 setelah mengalahkan Tottenham Hotspur FC di partai final.

Semusim berselang, Salah juga membantu Liverpool mengakhiri puasa panjang gelar Liga Inggris dengan menjuarai Premier League 2019/2020, trofi liga pertama mereka dalam 30 tahun.

Selain itu, Salah turut membawa Liverpool meraih gelar FIFA Club World Cup, UEFA Super Cup, Piala FA, dua Piala Liga Inggris, hingga Community Shield.

Secara individu, Salah juga mencatatkan berbagai prestasi luar biasa, termasuk beberapa kali menjadi top scorer Premier League dan masuk jajaran pemain terbaik dunia.

Kecepatan, produktivitas, dan konsistensinya membuat Salah dikenang sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah Liverpool.

 

Pesan Menyentuh untuk Generasi Berikutnya

Dalam momen perpisahannya, Salah juga menyampaikan pesan khusus kepada para pemain muda dan generasi penerus Liverpool.

Menurutnya, kesuksesan bukan hanya soal bakat, melainkan kerja keras dan totalitas di lapangan.

“Pesan saya untuk para pemain, ini bukan hanya tentang bakat,” kata Salah.

“Yang paling penting adalah bekerja keras dan memberikan segalanya. Selalu,” tegasnya.

Ucapan tersebut seolah menjadi penutup sempurna untuk perjalanan luar biasa Mohamed Salah bersama Liverpool.

Dari pemain yang sempat diragukan di Premier League, Salah berubah menjadi legenda Anfield yang membantu Liverpool kembali berdiri di puncak sepak bola dunia.

Persaingan di Liga Inggris 2025/2026

Video Populer

Foto Populer