Kiper Kempat Arema Pernah Inginkan Nomor Punggung Kurnia Meiga

oleh Iwan Setiawan diperbarui 03 Jun 2019, 06:30 WIB
Andreas Fransisco mengenakan seragam nomor 1 dalam latihan tim senior Arema. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Nomor punggung 1 di Arema sudah dipensiunkan sejak musim lalu. Hal itu menjadi penghormatan tim Singo Edan kepada Kurna Meiga yang masih sakit pembengkakan saraf mata.

Namun, ternyata musim ini ada satu kiper yang sempat menginginkan nomor tersebut, yakni kiper keempat yang merupakan pemain promosi dari Akademi Arema, Andreas Fransisco

Advertisement

Ketika itu dia tidak mengetahui jika nomor tersebut sudah dipensiunkan. Tetapi, dia tetap mendapatkan seragam nomor 1 dalam sesi latihan.

"Saya sempat meminta nomor punggung 1 karena kiper senior yang lain tidak ada yang memakai. Saya sangat mengidolakan Kurnia Meiga. Jadi, ingin seperti dia. Tapi, manajemen memberikan nomor 31," kata kiper yang akrab disapa Ciko ini.  

Tiga kiper senior Arema saat ini menggunakan nomor punggung besar. Utam Rusdiana memakai 93. Kurniawan Kartika Ajie 96, dan Sandi Firmansyah 86. Nomor yang jauh dari kiper pada umumnya yang menggunakan angka 1,12 atau yang lain.

Bisa dibilang, Ciko yang masih berusia 18 tahun, punya kepercayaan diri tinggi dengan meminta nomor punggung 1 di awal musim ini. Namun, baginya itu bisa jadi pelecut semangat agar bisa mengikuti jejak idolanya, Kurnia Meiga. 

Sebelum promosi ke tim senior, dia memang dikenal sebagai kiper yang selalu optimistis. Ciko pernah terpanggil ke pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 dan dipinjam Borneo FC di Piala Presiden 2018.

Ketika itu dia selalu memasang target bisa jadi kiper utama. Meski belum bisa mencapai target itu, pemain asal Mojokerto ini selalu berusaha berjuang lebih baik. 

Di tim senior Arema saat ini, Ciko juga belum pernah masuk line-up di laga resmi. Hanya, hal itu tidak membuatnya kecil hati. Dia selalu mencari ilmu dari pemain yang lebih senior. "Doakan saja terus membaik," katanya.

Ciko merupakan kiper yang ditempa di Akdemi Arema sejak usia 14 tahun. Dia direkomendasikan oleh pelatih kiper Arema waktu itu, Alan Haviluddin (kini pelatih kiper Timnas Indonesia), karena bakatnya sudah terlihat menonjol.