Ilegal di Mata FIFA, Ezra Walian Masih Belum Bebas Memperkuat Timnas Indonesia U-23

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 08 Jun 2019, 15:15 WIB
Striker Timnas Indonesia U-22 Ezra Walian (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Bola.com, Jakarta - Ezra Walian masih belum bisa bebas memperkuat Timnas Indonesia U-23. Polemik menyangkut kewarganegarannya yang terdaftar di FIFA menjadi penyebabnya.

FIFA melarang Ezra Walian untuk tampil membela Timnas Indonesia U-23 pada Kualifikasi Piala AFC U-23 2020, Maret lalu. Pasalnya, FIFA mendapatkan memorandum dari Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB).

Advertisement

Sesuai surat yang dikirim KNVB, Ezra Walian tercatat pernah berseragam Timnas Belanda U-15, U-16, dan U-17, sebelum berganti kewarganegaraan Indonesia pada Mei 2017.

Sehingga, Ezra Walian masih ilegal untuk bermain dengan Timnas Indonesia U-23 maupun senior pada perhelatan di bawah naungan FIFA. Untuk itu, PSSI masih mencari cara, satu di antaranya dengan menetapkan pengacara untuk menuntaskan polemik penyerang berusia 21 tahun tersebut.

"Kami sekarang posisinya secara legal sudah komunikasi terus dengan FIFA. Kami juga sudah menunjuk pengacara, bahkan international link untuk bisa mengusahakan hal ini," ujar Ratu Tisha Destria, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI.

"Hal yang tidak mudah dialami Ezra Walian adalah karena sang pemain belum mengganti timnas pada saat dia sudah bermain dengan Belanda U-17. Dia belum mengubah timnas sebelum melakukan naturalisasi."

"Jadi, saat itulah yang memang posisinya masih sulit. Karena memang itu regulasi FIFA sangat ketat mengatur itu. Sampai saat ini kami masih menunggu jawaban konkrit dari FIFA bagaimana agar Ezra Walian bisa memperkuat Timnas Indonesia U-23," imbuh Tisha.

Tisha juga belum tahu kriteria dari FIFA untuk Ezra Walian agar dapat tampil bersama Timnas Indonesia U-23. "Apakah pengaruh durasi Ezra Walian tinggal di Indonesia, apakah berpengaruh atau tidak. Hal itu yang kami belum dapat konkrit dari FIFA. Kami terus berusaha," tutur Tisha.

Namun, wanita berusia 33 tahun itu sedikit lega tatkala sang pemain boleh dimainkan di SEA Games 2019. Pasalnya, pesta olahraga negara Asia Tenggara tersebut bukan hajatan di bawah naungan FIFA.

Berita Terkait