Liliyana Natsir Buka-bukaan Rahasia Kesuksesan Bersama Tontowi Ahmad

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 08 Sep 2019, 08:15 WIB
Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, merebut medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 setelah mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, pada partai final di Riocentrio, Rabu (17/8/2016) WIB. (AFP/Goh Chai Hin)

Bola.com, Jakarta - Pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir akan selalu dikenal sebagai salah satu ganda campuran terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 menjadi bukti paling sahih dari kehebatan pasangan tersebut. 

Tak mudah mencari pasangan yang benar-benar kompak dan sehati, serta bisa saling bahu-membahu di lapangan. Pasangan Tontowi dan Liliyana pun tak selalu menikmati perjalanan yang mulus. Kisah mereka sebagai pasangan di lapangan juga diwarnai kerikil-kerikil kecil maupun besar. 

Advertisement

Bagi Liliyana Natsir, yang kini sudah gantung raket, pasang surut seperti itu merupakan sesuatu yang wajar. Resep kesuksesan kerja sama di lapangan bukanlah tentang mencari pasangan yang sempurna, tapi menerima setiap hubungan pasti bermasalah, dan kemudian mencari solusi terbaik. 

"Dalam sebuah kerja sama, selalu ada elemen pahit-manis. Tentu saja selalu ada kesalahpahaman. Tapi, kami harus menanggalkan ego untuk mencapai hasil maksimal," kata Liliyana dalam wawancara dengan olympic.org, Sabtu (7/9/2019). 

"Hal lainnya, ketika kalah, kami jangan menyalahkan satu sama lain. Yang terpenting adalah kami berusaha saling memahami. Berkomunikasi dengan baik di lapangan juga suatu keharusan," imbuh Butet, sapaan akrab Liliyana Natsir. 

Selain medali emas Olimpiade, Tontowi/Liliyana juga meraih banyak gelar bergengsi lainnya. Sebut saja tiga titel All England, dua medali emas Kejuaraan Dunia, dan titel Indonesia Open. 

Semua gelar bergengsi tersebut tak datang begitu saja. Liliyana menyatakan mereka harus mau bekerja keras dan berdedikasi. 

"Yang membuat kami sukses adalah disiplin dan kerja keras. Tak pernah menyerah dan selalu lapar menjadi juara," kata Liliyana Natsir

 

2 dari 2 halaman

Kenangan Tak Terlupakan di Rio de Janeiro

Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad / Liliyana Natsir meraih medali emas Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2017 di Glasgow, Skotlandia, Minggu (27/8/2017). (Humas PP PBSI)

Keberhasilan menyabet medali emas di Olimpiade 2016 merupakan momen yang tak akan pernah diupakan Liliyana. Tontowi/Liliyana berhasil mendepak unggulan pertama asal China, Zhang Nan/Zhao Yunlei, di semifinal. Mereka kemudian menundukkan ganda Malaysia, Chang Peng Soon/Goh Liu Ying pada laga final yang berlangsung tepat pada 17 Agustus, alias berbarengan dengan peringatan hari kemerdekaan Indonesia. 

"Sebuah kebanggaan luar biasa Tontowi dan saya bisa mempersembahkan medali emas dari Olimpiade di Rio untuk bangsa kami, di hari kemerdekaan," kenang Butet. 

"Itu merupakan momen terbaik dalam karier saya di bulutangkis. Saya tak akan pernah melupakannya. Saya yakin semua atlet bermimpi memenangi medali Olimpiade, karena itu turnamen tertinggi. Tak banyak pemain yang bisa melakukannya. Jika Anda memenanginya, maka Anda bisa menjadi legenda."

"Salah satu kunci dari Tontowi adalah dia punya mental sangat  bagus. Dia berlatih lebih banyak daripada pemain lain dan dia sangat sabar pada saya," sambung Liliyana Natsir.  

Pada Januari 2019, Liliyana menyudahi kerja sama dengan Tontowi. Dia memutuskan gantung raket setelah Indonesia Masters 2019. Saat ini, Tontowi berpasangan dengan pemain muda, Winny Oktavina Kandow.  

Sumber: Olympic.org