Kemenpora Sebut Luis Milla Ingin Kembali Melatih Timnas Indonesia

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 19 Okt 2019, 17:15 WIB
Pelatih Luis Milla (kanan) bersama Sesmenpora, Gatot S Dewabroto saat berbicara terkait tantangan dan peluang Timnas Indonesia U-23 pada Asian Games 2018 di halaman Kemenpora, Jakarta, Minggu (24/6). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Bola.com, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Sekretaris Menpora (Sesmenpora), Gatot S. Dewa Broto, menyampaikan beberapa informasi penting mengenai Luis Milla Aspas.

Arsitek tim asal Spanyol itu disebutnya tertarik untuk kembali menangani Timnas Indonesia.

Advertisement

Bermula dari pembicaraannya dengan eks Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ade Wellington, Gatot mengetahui hati Milla masih tertancap di Timnas Indonesia.

"Sebenarnya sudah lama saya dapat omongan-omongan kecil soal Milla. Ade Wellington sampaikan keinginan Luis Milla, yang sebenarnya jatuh cinta dengan Indonesia. Tapi, bagaimana caranya?" kata Gatot kepada wartawan.

"Kemudian saya berkomunikasi dengan Ade Wellington, dia rupanya baru ketemu sama Milla di Spanyol dan Milla masih punya keinginan," ujar Gatot.

Sayup-sayup nama Milla kembali muncul setelah keterpurukan Timnas Indonesia di tangan pelatih Simon McMenemy. Pelatih berusia 53 tahun itu dinilai layak untuk kembali mengomandoi Andritany Ardhiyasa dkk.

"Karena Timnas Indonesia menerima kekalahan beruntun. Ada keinginan publik agar Milla kembali," imbuh Gatot.

2 dari 2 halaman

Masih Mau Negosiasi Nilai Kontrak

Pelatih Indonesia, Luis Milla, saat pertandingan melawan Laos pada laga Asian Games di Stadion Patriot, Jawa Barat, Jumat (17/8/2018). (Bola.com/Peksi Cahyo)

Gatot juga mengabarkan Milla masih mau bernegosiasi dengan PSSI terkait nilai kontrak. Namun, Kemenpora, katanya, tidak dapat membantu menggaji Milla.

"Kalau masalah honor, masih bisa dinegosiasi. Jadi, kalau ditanya kenapa akhir-akhir ini saya bicara Luis Milla, ya karena merespons keinginan publik," tutur Gatot.

"Pemerintah yang jelas tak ada anggaran untuk itu. Kami harus adil pada cabang olahraga (cabor) lain," jelasnya.

Berita Terkait