Skuad Argentina Tiba di Tanah Air usai Piala Dunia 2026, Lionel Messi Tak Terlihat dalam Rombongan

Lionel Messi tak terlihat dalam rombongan Timnas Argentina yang pulang dari Piala Dunia 2026.

Bola.com, Jakarta - Sebagian besar skuad Argentina tiba di tanah air pada Senin (20-7-2026) waktu setempat, setelah kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026.

NDTV melaporkan, menurut otoritas bandara, ribuan suporter telah menunggu untuk menyambut kepulangan mereka

Sebelumnya, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) mengumumkan tidak semua pemain berada dalam rombongan yang pulang bersama tim.

Lionel Messi juga tidak terlihat turun dari pesawat dalam tayangan televisi lokal.

Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, bersama anggota skuad lainnya mendapat sambutan karpet merah saat keluar dari pesawat, disertai penampilan marching band militer.

Di sekitar markas AFA yang berada dekat bandara, ribuan pendukung tetap bertahan, meski cuaca dingin dan hujan. Mereka datang membawa bendera Argentina serta payung berwarna biru dan putih untuk menyambut para pemain.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tetap Disambut Meriah

Kepulangan kali ini berbeda dibanding empat tahun lalu ketika jutaan warga Argentina turun ke jalan merayakan keberhasilan tim menjuarai Piala Dunia 2022. Walau kali ini gagal mempertahankan gelar, banyak suporter tetap hadir untuk menyampaikan apresiasi kepada tim.

"Orang Argentina tetap akan merayakannya," ujar Marga Ledezma, ibu rumah tangga berusia 36 tahun.

Ia juga berterima kasih kepada Messi atas semua kebahagiaan yang telah diberikan selama bertahun-tahun serta berharap sang kapten tidak pensiun dari Timnas Argentina.

Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol 0-1 di final sehingga gagal mempertahankan gelar juara dunia.

Partai puncak mendapat sorotan dari media internasional karena banyaknya pelanggaran dan aksi yang dinilai tidak menunjukkan sportivitas dari kubu La Albiceleste.

"Saya pikir mereka mengkritik kami karena kami tahu bagaimana rasanya menderita, bangkit, jatuh lagi, lalu terus melanjutkan perjuangan," kata Ledezma.

Suporter Tetap Berterima Kasih

Sejumlah suporter menilai kemenangan 2-1 atas Inggris pada semifinal menjadi momen yang paling berkesan bagi Argentina.

Laga tersebut berlangsung di tengah sengketa yang masih berlangsung antara kedua negara mengenai kedaulatan Kepulauan Falkland.

"Tim ini telah menyatukan kami semua dan kami harus berterima kasih untuk itu. Kami akan selalu mendukung mereka, apa pun kondisinya. Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada Messi karena dia sudah memberikan segalanya," ujar Leonardo Barrientos, pekerja di sebuah bengkel tekstil yang berusia 36 tahun.

Maria Ortiz (28), yang datang bersama anaknya yang berusia dua tahun untuk menyambut tim, menilai Spanyol memang pantas menjadi juara. Namun, ia tetap merasa senang dengan perjuangan yang ditunjukkan Argentina sepanjang turnamen.

Bentrokan

Kendati kecewa dengan kekalahan di final, ribuan warga Argentina tetap memadati Obelisk di Buenos Aires pada Minggu malam untuk memberikan penghormatan kepada tim.

Mereka merayakannya selama berjam-jam dengan pesta kembang api dan ungkapan rasa terima kasih.

Menjelang tengah malam, bentrokan singkat terjadi di kawasan monumen tersebut. Polisi membubarkan kerumunan menggunakan meriam air, gas air mata, dan peluru karet. Berdasarkan sumber kepolisian, sebanyak 15 orang diamankan.

 

Sumber: Sports NDTV

Trilogi Sepak Bola Wanita
Trilogi Sepak Bola Wanita
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer