Timnas Singapura U-22 Melakoni Pemusatan Latihan di Jepang Jelang SEA Games 2019

oleh Aning Jati diperbarui 26 Okt 2019, 20:30 WIB
Pelatih Singapura, Fandi Ahmad, saat menggelar sesi latihan jelang laga Piala AFF di Stadion Nasional Singapura, Kamis (8/11). Singapura akan melawan Indonesia. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Singapura - Sama halnya tim peserta cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2019, Timnas Singapura U-22 terus menempa diri sebelum terjun di turnamen multicabor terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Timnas Singapura U-22 tergabung di Grup B bersama Thailand, Indonesia, Vietnam, Laos, dan Brunei Darussalam.

Advertisement

Pada Jumat (25/10/2019), tim asuhan pelatih Fandi Ahmad itu sudah bertolak menuju Jepang untuk menggelar pemusatan latihan (TC). Fandi Ahmad memboyong 23 pemain untuk TC yang dijadwalkan berlangsung hingga 7 November 2019.

Dari daftar 23 pemain tersebut, terselip satu pemain senior (overaged player), yakni Tajeli Salamat (Warriors FC). Sisanya, 22 pemain berstatus pemain U-22 yang mayoritas berasal dari klub Young Lions.

Tak hanya berlatih, the Young Lions juga diagendakan melakoni beberapa partai uji coba melawan klub lokal selama di Jepang, seperti Universitas Takushoku University and Universitas Nihon Taiiku University yang berkiprah di divisi kedua Liga Sepak Bola Universitas di wilayah Kanto.

Jepang bukan negara asing buat Timnas Singapura. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Asosiasi Sepak Bola Singapura (FAS) sudah kerap memboyong timnas, baik senior maupun kelompok usia, ke Jepang untuk menjalani pemusatan latihan.

"Pemusatan latihan kali ini sangat krusial dalam persiapan kami untuk SEA Games 2019. Kami hanya punya kesempatan terbatas untuk bisa berlatih sebagai satu tim utuh, sehingga penting bagi pemain untuk fokus dan menggunakan TC ini untuk menunjukkan kepada kami apa yang bisa mereka berikan untuk mewakili Singapura," ujar Fandi Ahmad, dilansir dari situs resmi FAS.

"Kami ingin memberi setiap pemain yang gabung dalam pemusatan latihan ini kesempatan yang adil untuk mengekspresikan diri di lapangan dan berjuang untuk mendapat tempat di skuat SEA Games 2019," imbuh sang pelatih.

2 dari 2 halaman

Tak Mau Diintimidasi

Pelatih Singapura, Fandi Ahmad, memberikan instruksi saat melawan Timnas Indonesia pada laga Piala AFF di Stadion Nasional, Singapura, Jumat (9/11). Singapura menang 1-0 atas Indonesia. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Sebelumnya, setelah pengundian fase grup, Fandi Ahmad mengakui Timnas Singapura U-22 masuk grup berat. Namun, ia menegaskan tim asuhannya tak gentar melawan rival.

Fandi ketika itu menuturkan tim asuhannya tak akan diintimidasi oleh siapapun lawannya, namun menggunakan hal itu sebagai motivasi untuk tampil lebih baik. Ia juga menyebut, hanya dengan bertanding melawan tim-tim terbaik di ASEAN, Singapura bisa meningkatkan diri.

Di sisi lain, jika mengacu pada jadwal yang dirilis PHISGOC (Panpel SEA Games 2019), Singapura akan melakoni tiga pertandingan berat secara beruntun.

Singapura membuka penyisihan Grup B SEA Games 2019 dengan bersua Laos (26/11/2019), disusul masing-masing secara beruntun menghadapi Indonesia (28/11/2019), Thailand (1/12/2019), Vietnam (3/12/2019), serta terakhir Brunei Darussalam (5/12/2019).

Sumber: FAS