Tim Hoki Indonesia Dilarang Bertanding di SEA Games 2019, CdM Siap Tempuh Jalur Hukum

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 04 Des 2019, 18:10 WIB
Chief de Mission (Cdm) Kontingen Indonesia Harry Warganegara (kanan) mengibarkan Bendera Merah Putih disaksikan Ketua National Olympic Committe (NOC) Raja Sapta Oktohari saat pelepasan Kontingen Indonesia untuk SEA Games 2019 Filipina di Istana Bogor, Rabu (27/11/2019). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Bola.com, Manila - Kabar mengejutkan datang dari Tim Hoki Indonesia di SEA Games 2019. Mereka dilarang bertanding karena tak mendapatkan izin dari Federasi Hoki Asia (AHF) karena dianggap ada masalah dalam dualisme kepengurusan.

Tim hoki indoor sejatinya bertanding pada Rabu (4/12/2019). Namun, para pemain dilarang mengikuti pertandingan karena tak mendapatkan persetujuan dari AHF. Penyebabnya karena di Indonesia terdapat dualisme kepengurusan hoki yakni Pengurus Besar Persatuan Hoki Seluruh Indonesia (PB PHSI) dan Pengurus Pusat Federasi Hoki Indonesia (PP FHI).

Advertisement

CdM Kontingen Indonesia, Harry Warganegara, mempertanyakan sikap dari AHF yang melarang Tim Indonesia bertanding. Menurut Harry, larangan tersebut sangat tidak berdasar karena ketika bermain di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018 tim Indonesia sama sekali tak mendapatkan pencekalan.

"Kalau dilihat dari SEA Games terakhir tidak ada masalah, begitu juga Asian Games 2018. Pada SEA Games 2017 Kuala Lumpur mereka meraih medali perak. Tidak ada isu. Tiba-tiba ini menjadi isu di SEA Games di Manila," kata Harry Warganegara.

Menurut Harry, pihaknya akan terus berupaya agar tim hoki bisa tampil di SEA Games 2019. Jika tidak, pihaknya siap membawa permasalahan ini ke jalur hukum.

"Saya selaku Cdm melakukan lobi juga. Pak Okto juga selaku presiden NOC juga. Bahkan, Pak Erick Thohir juga karena ketua federasi hokinya adalah teman dia di IOC. Akan tetapi, sampai malam ini itu tidak ada titik terang. Saya sudah ketemu dengan Techincal Delegate, walaupun pertandingan sudah mulai, kita masih bisa walaupun tiba-tiba ada instruksi internasional mengatakan boleh, besok masih bisa," ujar Harry Warganegara.

"Jika tidak, berarti tidak bisa sama sekali. Kami akan menempuh jalur-jalur yang disediakan. Termasuk ke CAS (Pengadilan Arbitrase Olahraga)" kata Harry lagi

"Kita merasa dirugikan. Akreditasi para atlet sudah keluar dan mereka juga ditampung di hotel. Pertanyaannya mengapa tidak bisa bermain dan berpartisipasi di SEA Games 2019?" tegas Harry Warganegara.

2 dari 3 halaman

Pernyataan AHF

Logo SEA Games 2019. (Bola.com/Dody Iryawan)

AHF juga mengklaim kalau Tim Hoki Indonesia, baik putra dan putri belum mengirimkan atau menyetor para atletnya. Klaim ini dirasa aneh karena seluruh kontingen hoki Indonesia untuk SEA Games 2019 sudah mendapatkan akreditasi dan hotel sebagaimana disebutkan oleh Harry Warganegara.

"Meski Indonesia sudah tiba di Subic, mereka tidak kami izinkan bermain. AHF sangat ketat dalam masalah ini," kata CEO AHF Datuk Tayyab Ikram dikutip dari New Strait Times.

"AHF telah menggelar pertandingan lebih awal dan karena Indonesia tidak mengirimkan daftar pemain mereka pada tanggal penutupan, mereka tidak bisa bermain," sambungnya lagi.

3 dari 3 halaman