Peta Kekuatan Andai El Clasico Barcelona Vs Real Madrid Terjadi 26 Oktober 2019

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 17 Des 2019, 15:55 WIB
Gelandang Barcelona, Ivan Rakitic berebut bola dengan pemain Real Madrid, Luka Modric pada laga leg kedua semifinal Copa del Rey di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (27/2). Barcelona merebut tiket final Copa del Rey usai menang 3-0. (OSCAR DEL POZO / AFP)

Bola.com, Jakarta - Pertandingan Barcelona kontra Real Madrid akan berlangsung Kamis (19/12/2019) dini hari WIB. Laga tersebut menjadi realisasi dari penundaan duel, yang harusnya terjadi pada Sabtu (26/10/2019).

El Clasico jilid I musim 2019-2020 harus tertunda akibat gejolak politik dan keamanan di Catalunya. Walhasil, otoritas La Liga memutuskan jornada 10 tersebut mundur sampai batas waktu yang tak ditentukan.

Advertisement

Setelah situasi kondusif, La Liga memanggungkan El Clasico tersebut pada tengah pekan ini. Marca merilis, keputusan tersebut sangat tepat. Hal itu berlatar komposisi kekuatan kedua tim yang seimbang.

Sama-sama mengoleksi hasil imbang pada akhir pekan lalu, Barcelona dan Real Madrid bertarung di Estadio Camp Nou, dengan nuansa kompetitif. Bagaimana tidak, duo tersebut duduk bersama di puncak klasemen sementara La Liga 2019-2020.

Barcelona dan Real Madrid mengoleksi 35 poin dari 16 pertandingan. Barcelona berada di puncak klasemen sementara setelah unggul selisih gol dari sang rival abadi.

 

2 dari 3 halaman

Pembanding Kondisi

Penyerang Barcelona Lionel Messi (tengah) menggiring bola melewati pemain Real Madrid Toni Kroos dan Luka Modric saat bertanding pada leg pertama semifinal Copa del Rey di Stadion Camp Nou, Barcelona, Spanyol, Rabu (6/2). (AP Photo/Emilio Morenatti)

Satu yang menarik, beberapa pihak mulai menggambarkan kondisi yang ada jika El Clasico jilid I berlangsung sesuai jadwal, yakni 26 Oktober 2019. Marca dan El Mundo Deportivo menulis, peta kekuatan sangat 'njomplang' dengan apa yang dimiliki kedua tim sekarang.

Kala itu, Barcelona tampil lebih konsisten. Sejak awal Oktober 2019, Barcelona sudah menunjukkan gelagat superior. Membuka bulan ke-10 dalam kalender Masehi tersebut, Barcelona menundukkan Inter Milan dengan skor 2-1 di pentas Liga Champions. Luis Suarez menjadi pahlawan, setelah Lautaro Martinez sempat mengejutkan Barcelonistas.

Empat hari berselang, Minggu (6/10/2019), Barcelona berpesta gol ke gawang Sevilla. Luis Suarez, Arturo Vidal, Ousmane Dembele dan Lionel Messi, bergantian mengoyak jala tim asal Andalusia tersebut. Bagi Dembele dan Messi, nama mereka di papan skor menjadi yang pertama musim 2019-2020.

Barcelona kembali meraih hasil maksimal saat mengalahkan Eibar dengan skor 3-0. Pada laga tandang tersebut, deretan pencetak gol adalah Antoine Griezmann, Lionel Messi dan Luis Suarez. Kondisi tersebut menjadi pembuktian awal 'kengerian' tridente El Barca. Selain itu, Los Azulgrana menorehkan lima kemenangan beruntun.

Tiga hari jelang menjamu Real Madrid, Barcelona memberi gejala positif setelah meraih hasil maksimal saat bersua Slavia Praha di pentas Liga Champions. Barcelona menang 2-1 di markas Slavia Praha.

 

3 dari 3 halaman

Inkonsistensi Real Madrid

Striker Real Mallorca Lago Junior merayakan gol ke gawang Real Madrid pada laga La Liga di Estadi de Son Moix, Sabtu (19/20/2019) atau Minggu dini hari WIB. (Twitter)

Berbeda dengan Barcelona, inkonsistensi menjadi 'kebiasaan' Real Madrid sebelum El Clasico. Pada pembuka Oktober 2019, Real Madrid hanya sanggup menuai hasil imbang 2-2 dengan Club Brugge. Sempat defisit dua gol, Sergio Ramos dan Casemiro membuat El Real tak kehilangan muka.

Empat hari berselang (5/1/0/2019), Real Madrid menggeliat sehingga mampu meundukkan Granada dengan skor 4-2. Karim Benzema, Luka Modric dan James Rodrigruez mencatatkan nama di papan skor.

Sayang, sepekan sebelum El Clasico, Real Madrid tumbang di markas Real Mallorca. Gol tunggal dari Junior pada menit ke-7, sempat membuat Madridistas tak tenang menuju Camp Nou.

Sayang, pertarungan pertama Barcelona dan Real Madrid pada musim 2019-2020 tak terealisasi di Oktober 2019. Akibat konflik dan isu politik yang memanas, La Liga tak bisa menjamin keamanan. Walhasil, El Clasico mundur sampai dini hari besok WIB.

Sumber : Marca, El Mundo Deportivo