Putra Sinar Giri, Klub Kampung yang Melesat Tampil di Liga 2 2020

oleh Aditya Wany diperbarui 28 Des 2019, 20:15 WIB
Putra Sinar Giri, klub promosi Liga 2 2019. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Kompetisi Liga 2 2020 bakal kedatangan kontestan baru, yaitu Putra Sinar Giri. Klub tersebut mendapat status promosi dari Liga 3 2019 bersama PSKC Cimahi, Persekat Tegal, Tiga Naga, Persijap Jepara, dan Semeru FC.

Klub asal Gresik ini bisa dibilang masih asing di kalangan publik sepak bola nasional. Putra Sinar Giri (PSG) merupakan klub pendatang baru di level nasional, yang baru memulai kiprah di Liga 3 mulai 2018.

Advertisement

Dua tahun lalu, PSG masih berstatus sebagai klub antarkampung alias tarkam. Mereka membukukan prestasi dengan menjuarai Pusaka Cup di Kecamatan Menganti, Gresik, dalam dua edisi pada 2016 dan 2017. 

Berkat pencapaian itu, manajemen klub sepakat ingin memburu prestasi di kompetisi nasional. Pada 2018, PSG memberanikan diri terjun di Liga 3 Regional Jawa Timur dengan menggunakan slot Putra Ijen, klub liga 3 regional asal Jember.

"Kami membeli slot keikutsertaan Putra Ijen agar kami bisa ikut Liga 3. Tapi, kami terhenti di zona Jawa. Kemudian kami lakukan evaluasi agar musim berikutnya bisa lebih baik," kata Azis Riduwanto, manajer PSG.

Tak mau melakukan kesalahan yang sama, memasuki musim 2019, PSG berbenah dengan melakukan persiapan yang matang.

"Kami menunjuk pelatih Khoirul Anam untuk membentuk tim lebih awal. Target kami lolos Liga 2," ungkap Azis.

Niat manajemen PSG untuk serius dalam mengelola klub adalah untuk membangkitkan kembali gairah sepak bola Gresik. Dalam dua tahun terakhir, Kota Pudak absen dalam kiprah di level tinggi nasional.

Kabupaten yang terletak di sebelah barat Kota Surabaya ini sempat memiliki Gresik United yang tampil di Liga 1 2017. Namun, klub hasil merger antara Petrokimia Putra dan Persegres Gresik itu mengalami kemerosotan prestasi dan kini tampil di Liga 3.

Kali terakhir Gresik mencuat di level nasional terjadi pada 2002. Saat itu Petrokimia Putra berhasil menjuarai Divisi Utama, yang merupakan kompetisi kasta tertinggi.

Kondisi itulah yang membuat manajemen PSG terpanggil untuk memberikan kontribusi bagi sepak bola Gresik dengan membangun klub sepak bola profesional mulai nol.

"Sebagai warga Gresik tentu kami ingin menjaga nama baik Kabupaten Gresik dikancah sepak bola nasional. Karena itulah kami bertekad menjadikan PSG yang awalnya hanya klub amatir menjadi klub profesional," ucap Azis.

 

2 dari 2 halaman

Bawa Nama Baik Gresik

Azis menyebut banyak warga Gresik yang memandang sebelah mata di awal kemunculan klubnya. Situasi itu justru dijadikan pelecut semangat bagi manajemen PSG dalam membidik prestasi setinggi mungkin.

"Kami dikatakan klub ndeso, klub amatiran, klub tidak punya sejarah, dan lain-lain. Tapi, tak sedikit pun kami marah. Kami sadar yang bilang seperti itu adalah saudara-saudara kami sendiri," ucap Azis.

PSG benar-benar serius dalam memasang target promosi. Mereka memulainya dari Liga 3 2019 regional Jawa Timur. Hasilnya, David Faristian dkk. mampu menjuarainya hingga melampui zona Jawa dan Nasional.

Di zona Nasional, PSG menembus babak 8 besar. Mereka tergabung dengan Persijap, Semeru, dan Perseta di Grup Timur. Dari empat klub, tiga di antaranya mendapat tiket promosi.

PSG lantas mengakhiri babak 8 besar dengan status klub runner-up di bawah Persijap. Mereka berhasil mengoleksi empat poin dari masing-masing satu menang, seri, dan kalah dalam tiga pertandingan.

"Kami fokus pada tujuan utama, yakni membawa nama baik Gresik di kancah sepak bola nasional. Semua (warga Gresik) saudara, mari bersama-sama kita ciptakan sejarah baru bagi sepak bola Gresik," pungkas Azis mengakhiri pembicaraan.