Tunggal Putri Indonesia Harus Maksimal di Malaysia Masters 2020

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 06 Jan 2020, 21:30 WIB
Pebulutangkis Indonesia, Gregoria Mariska, mendapatkan instruksi saat melawan Ratchanok Intanon pada final beregu putri SEA Games 2019 di Muntinlupa Sports Complex, Manila, Selasa (3/12). Kalah 1-3, Indonesia hanya meraih perak. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Kuala Lumpur - Kejuaraan Malaysia Masters 2020 menjadi ajang pertama yang akan diikuti para pebulutangkis elit dunia. Para pebulutangkis Indonesia pun langsung bersiap untuk memburu gelar juara di Kuala Lumpur.

Turnamen level Super 500 ini merupakan rangkaian pertama BWF World Tour 2020 yang akan dilangsungkan di Axiata Arena, 7-12 Januari 2020. Pada tahun lalu, Indonesia berhasil meraih satu gelar dari turnamen ini lewat ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Advertisement

Tahun ini Kevin/Marcus yang merupakan pasangan rangking satu dunia, kembali berpeluang besar untuk mempertahankan gelar juara.

Selain Kevin/Marcus, Indonesia juga mengirim ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung dan masih banyak lagi.

Berstatus non-unggulan, Gregoria sudah mendapatkan tantangan berat dari babak pertama Malaysia Masters 2020. Gregoria harus berhadapan dengan Juara Dunia 2013 asal Thailand, Ratchanok Intanon.

Dalam enam kali pertemuan, Gregoria tercatat belum berhasil menundukkan Intanon. Menanggapi hal ini, Kepala Pelatih Tunggal Putri PBSI, Rionny Mainaky, mengatakan bahwa Gregoria harus siap menghadapi siapa pun lawannya, termasuk Intanon.

“Hasil undiannya ketemu Ratchanok lagi di babak awal. Memang sering sekali harus bertemu Ratchanok, tapi inilah hasil undian, harus diahadapi. Ketemu siapa pun harus hadapi dan harus bisa lewati,” ujar Rionny seperti dalam rilis PBSI yang diterima Bola.com.

“Gregoria sudah berapa kali ketemu Ratchanok, pasti dia sudah tahu apa saja yang mesti diantisipasi, misalnya smash-smash beloknya. Gregoria pun harus lebih fokus lagi di poin-poin akhir, jangan sampai lengah dan pokoknya harus bisa pegang kontrol terus,” ucap Rionny.

 

2 dari 2 halaman

Fitriani Sudah Lebih Baik

Pebulutangkis Indonesia, Fitriani, berusaha mengembalikan kok saat melawan Busanan Ongbumrungpan pada final beregu putri SEA Games 2019 di Muntinlupa Sports Complex, Manila, Selasa (3/12). Kalah 1-3, Indonesia hanya meraih perak. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Sementara itu, tunggal putri Fitriani akan berhadapan dengan wakil Tiongkok, Cai Yan Yan, di laga pertama Malaysia Masters 2020. Fitriani tercatat dua kali kalah dalam dua pertemuan dengan Cai di Denmark Open 2019 dan Spain Masters 2019.

“Kalau Fitri, di latihan sudah bagus semua, di beberapa penampilan terakhir kemarin kan masih sering ragu-ragu mau main apa. Dia lebih cenderung main defense, sekarang dengan situasi lapangan misalnya angina, kan memang tidak mudah main defense," ujar Rionny.

"Main defense kalau nggak akurat bisa out. Saya terus dorong supaya Fitri bisa mengatasi masalahnya kalau di pertandingan, soalnya di latihan tidak ada masalah,” lanjutnya.

Berita Terkait