Cuaca Berbeda Jauh dari Negara Asalnya, Pemain Asing Persita Butuh Waktu Adaptasi

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 17 Jan 2020, 05:15 WIB
Pemain asing Persita Tangerang, Tamirlan Kozubaev. (Dok Persita Media)

Bola.com, Tangerang - Pemain asing Persita Tangerang, Tamirlan Kozubaev, telah merasakan suasana berlatih bersama Pendekar Cisadane di Stadion Sport Centre, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (15/1/2020). Pemain impor yang akan menjalani musim debut di Indonesia itu mengaku masih membutuhkan adaptasi karena perbedaan suhu udara yang sangat ekstrem dengan negara asalnya.

Tamirlan Kozubaev merupakan pemain asing asal Kirgistan yang baru saja direkrut oleh Persita Tangerang. Kozubaev telah menandatangani kontrak berdurasi satu tahun, Rabu (15/1/2020).

Advertisement

Pemain asal Kirgistan itu sebenarnya tidak terlalu asing dengan suhu udara di Indonesia, mengingat pemain berusia 25 tahun itu memperkuat PKNS di Malaysia pada musim lalu. Namun, karena perbedaan yang cukup ekstrem dengan Kirgistan, Kozubaev mengaku masih membutuhkan waktu untuk bisa beradaptasi.

"Saya merasa baik-baik saja. Namun, memang masih sedikit kesulitan karena di negara saya cuacanya sangat dingin, sementara di sini sangat panas. Jadi mungkin saya butuh waktu antara 5 hingga 7 hari untuk menyesuaikan diri dan setelah itu saya yakin baik-baik saja," ujar Tamirlan Kozubaev seperti dalam rilis yang diterima Bola.com, Kamis (16/1/2020).

Tamirlan Kozubaev merupakan satu dari tiga pemain asing yang sudah resmi berseragam Persita Tangerang untuk musim kompetisi 2020. Selain Kozubaev, dua pemain asing lain yang direkrut Persita Tangerang adalah Mateo Bustos dari Argentina dan Eldar Hasanovic  dari Bosnia Herzegovina.

Video

2 dari 2 halaman

Datang ke Indonesia karena Kompatriot

Setelah bergabung bersama Persita Tangerang, Tamirlan Kozubae mengaku sudah mendengar mengenai sepak bola Indonesia dari rekan senegaranya. Entah siapa yang dimaksud, tapi kemungkinan adalah kapten Timnas Kirgistan, Azamat Baimatov, yang pernah memperkuat Borneo FC dalam Liga 1 2018, dan Akhlidin Israilov yang bermain di PSIS Semarang pada putaran pertama Liga 1 2018.

Selain itu, Kirgistan juga pernah menjadi lawan Timnas Indonesia asuhan Luis Milla dalam ajang Aceh World Solidarity Tsunami Cup 2017. Dari pertandingan tersebut, bukan tak mungkin ada rekan Kozubae yang juga sempat merasakan suasana di Indonesia.

"Agen saya dan beberapa rekan pemain juga pernah bercerita tentang sepak bola di Indonesia. Dua teman saya dari Kirgistan kebetulan bermain di Indonesia, jadi saya bisa berdiskusi dengan mereka soal sepak bola Indonesia. Menurut saya, sepak bola di Indonesia dan Malaysia hampir sama, bahasanya juga hampir serupa," ujar Tamirlan.

Berita Terkait