UEFA Berencana Revisi Regulasi Financial Fair Play (FFP)

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 21 Mar 2020, 12:30 WIB
Logo Piala Eropa 2020 terlihat di sebelah pintu masuk Markas UEFA, Nyon, Swiss, Selasa (17/3/2020). Pengunduran Piala Eropa 2020 diambil berdasarkan rapat UEFA yang digelar melalui konferensi jarak jauh. (Jean-Christophe Bott/Keystone via AP)

Bola.com, Jakarta - Masa depan sepak bola Eropa sedang dipertaruhkan akibat pandemi virus corona covid-19. UEFA sebagai payung organisasi terbesar di Benua Biru berencana melakukan beberapa terobosan baru, termasuk di antaranya adalah menyoal regulasi Financial Fair Play (FFP).

Seperti diketahui, UEFA memunculkan FFP sebagai upaya agar klub-klub Eropa terhindar dari kerugian berlebih dan jeratan utang. Jika laporan keuangan klub melanggar ketentuan yang ada, maka mereka terancam sanksi.

Advertisement

Masalahnya saat ini, dunia sedang dilanda masalah besar, yakni wabah virus corona. Kegiatan olahraga, termasuk sepak bola banyak yang terkena dampak. Keuangan klub pun terpengaruh.

Berdasarkan sejumlah media Eropa, UEFA tengah berencana merevisi regulasi FPP yang sudah ada. Agaknya, limit kerugian tak boleh lebih dari 30 juta euro per musim sulit untuk diterapkan saat ini.

Menurut klaim La Gazetta dello Sport, UEFA akan mengadakan pertemuan penting di Nyon. Agenda utamanya adalah mengubah regulasi FPP. UEFA juga mengundang serta perwakilan Uni Eropa dalam pertemuan tersebut.

UEFA akan meminta Uni Eropa untuk membantu memfasilitasi stabilitas ekonomi klub-klub Eropa yang terdampak wabah virus corona. Selain itu, pembahasan mengenai Stability and Growth Pact juga masuk agenda.

 

Video

2 dari 2 halaman

Sanksi Manchester City Bakal Dipangkas UEFA?

Logo UEFA. (AFP/Fabrice Coffrini)

Wabah virus Corona yang sudah melanda hampir sebagian wilayah di Eropa ternyata tak memberi dampak pada klub Liga Ingris, Manchester City. Virus atau disebut juga Covid-19 tidak akan menunda larangan untuk bisa mengikuti kompetisi di Eropa termasuk Liga Champions.

Seperti diketahui Manchester City mendapat sanksi dari UEFA awal tahun ini. Hukuman dijatuhkan atas pelanggaran Financial Fair Play.

Manchester City tengah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga atas masalah tersebut pada akhir Februari lalu. Pengadilan Swiss membenarkan mereka telah menerimanya pengajuan tersebut.

Tanggal sidang untuk menentukan hasil belum ditentukan. Tapi, meskipun saat ini situasi tengah diganggu penyebaran corona, kemungkinan sidang akan dilakukan di awal musim baru.

Meskipun semua proses dihentikan pada saat ini, otoritas terkait akan memastikan bahwa persidangan tetap berlangsung sehingga mereka dapat memiliki resolusi menjelang Liga Champions edisi 2020-21.

Saat ini ada kemungkinan larangan akan dibatalkan. Dan pengadilan akan menyampaikan ini ke Manchester City dan UEFA menjelang dimulainya kompetisi.

Namun, Sport menyebut skenario terbaik setidaknya untuk City, adalah bahwa mereka akan mengurangi larangan mereka menjadi satu tahun.

Sumber: Sport, La Gazetta dello Sport

Berita Terkait