Pembalap BMX Indonesia Berpeluang Tampil di Olimpiade Tokyo

oleh Rizki Hidayat diperbarui 13 Apr 2020, 08:00 WIB
Para pebalap sepeda BMX di kelas Men Junior bertarung di babak final pada Jakarta International BMX 2020 yang digelar di Sirkuit BMX Pulomas, Minggu (16/2/2020). (Bola.com/Peksi Cahyo)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Kepala Tim Pelatnas Balap Sepeda Olimpiade, Dadang Haries Poernomo, mengatakan Indonesia berpeluang untuk meloloskan pembalap BMX ke Olimpiade Tokyo 2021.

Di sisi lain, pembalap nomor track masih menunggu keputusan Organisasi Balap Sepeda Internasional (UCI). Hal ini terkait dengan adanya pembatalan kalender event kualifikasi Olimpiade yang ditetapkan UCI pada 2020, akibat pandemi virus Corona atau COVID-19.

Advertisement

"Peluang meloloskan pembalap BMX cukup besar, karena masih banyak event-event kualifikasi Olimpiade yang tertunda akibat virus Corona. Tetapi, peluang pembalap nomor track masih menunggu keputusan UCI," kata Dadang dalam rilis yang diterima Bola.com.

"Ya, kita memang harus menunggunya (keputusan UCI). Apakah UCI akan tetap menggunakan poin setelah kualifikasi terakhir pada Kejuaraan Dunia di Berlin, Februari lalu atau kembali menggelar kualifikasi Olimpiade sehubungan mundurnya pelaksanaan Olimpiade Tokyo," lanjutnya.

"Apalagi, World Cup 2021 yang selama ini menjadi ajang pengumpulan poin sudah dijadwalkan akan digelar Oktober mendatang," tutur Dadang.

Saat ini, Tim BMX Indonesia yang beranggotakan I Gusti Bagus Sahputra (medali perak Asian Games 2018), Toni Sarifuddin (medali perak SEA Games Filipina 2019), dan Rio Akbar (Juara Asia 2018) menempati peringkat 19 dunia.

"Untuk meraih tiket ke Olimpiade Tokyo 2021, tim BMX harus bisa menembus peringkat 11 dunia. Kami akan mengejarnya dari event-event babak kualifikasi yang tertunda," jelasnya.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 3 halaman

Empat Kualifikasi BMX Ditunda

Juara pertama diraih oleh pebalap Venezuela Jeferson Milano, sedangkan runner up dan posisi ketiga masing-masing diperoleh James Palmer asal Kanada dan Flips Krists Rozitis dari Latvia. (Bola.com/Peksi Cahyo)

Dadang juga menyebut ada empat seri kualifikasi Olimpiade untuk nomor BMX yang digelar di Indonesia pada medio April 2020 harus ditunda.

Keempat seri itu adalah Kejuaraan Asia BMX dan Kejuaraan BMX C-1 di Jakarta, serta Kejuaraan BMX C-1 dan Hors Class di Banyuwangi.

Belum lagi Kejuraan BMX World Cup di Amerika dan Argentina pada Mei 2020 dan BMX World Championship pada Juni 2020 dan BMX C-1 World Cup di Amerika Serikat.

"Tadinya kami berharap Tim BMX Indonesia bisa lolos dari empat seri ini, tetapi semuanya batal dilaksanakan. Begitu juga event yang di Amerika Serikat dan Argentina yang belum tentu terlaksana karena virus Corona. Jadi, kami masih menunggu perkembangan dari UCI," tandasnya.

3 dari 3 halaman

Tim Pelatnas Balap Sepeda Olimpiade Tokyo:

Manajer: Oldy Sofyan Ali

Pelatih Kepala: Dadang Haries Poernomo (Jawa Timur)

Asisten Pelatih: Nur Rochman (Jawa Tengah)

Pelatih BMX: Nurwarsito (Sumatra Utara) dan Aris Kristanto (Jawa Timur)

Atlet BMX:

1. Toni Syarifuddin (Jawa Tengah)

2. I Gusti Bagus Saputra (Nusa Tenggara Barat)

3. Rio Akbar (Jawa Barat)

4. Amelya Nur Sifa (Jawa Tengah)

Atlet Track:

1. Crismonita Dwi Putri (Jawa Timur)

2. Elga Kharisma Novanda (Jawa Timur)

3. Ayustina Delia Pratama (Jawa Barat)

4. Angga Dwi Wahyu Prahesta (Jawa Timur)

Tim Pendukung:

1. Doktor: dr Andhika Respati

2. Analisis Performance: Donny Adi Kusuma

3. Strengh Conditioning: Kelana Sukma AJ

4. Recovery Masseur: Ronaldo Muda dan Mellysa Aggraeni

5. Psikolog: Rahardyanata Puruhita

6. Admin: Wulan Dari S