Mimpi Buruk di Olimpiade 2012: Putusnya Tradisi Emas Bulutangkis Indonesia dan Skandal Ganda Putri

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 20 Apr 2020, 17:30 WIB
Logo Olimpiade. (AFP/Raphael Alves)

Bola.com, Jakarta - Indonesia menjaga tradisi menyabet medali emas sejak bulutangkis dipertandingkan di Olimpiade Barcelona 1992.  Tunggal putri Susy Susanti dan tunggal putra Alan Budikusuma menjadi pelopor tradisi tersebut setelah berjaya di Olimpiade 1992. 

Empat tahun berselang giliran ganda putra Ricky Soebagja/Rexy Mainaky merengkuh emas di Olimpiade Atlanta 1996. Adapun pada Olimpiade Sydney 2000, ganda putra kembali menjaga tradisi dengan merebut emas bulutangkis melalui Tony Gunawan/Candra Wijaya. 

Advertisement

Tunggal putra kembali berkontribusi mempersembahkan medali emas setelah delapan 12 tahun berselang. Medali emas Olimpiade Athena 2004 dipersembahkan oleh Taufik Hidayat. 

Ganda putra yang sempat absen mempersembahkan medali emas di Olimpiade Athena, bangkit empat tahun berselang. Pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan berhasil naik podium tertinggi pada Olimpiade Beijing 2008. 

Dengan catatan gemilang tim bulutangkis itulah, Indonesia kembali berharap tinggi pada Olimpiade London 2012. Tim bulutangkis kembali ditarget menyumbangkan medali sekaligus menjaga tradisi emas di Olimpiade. Tetapi, Olimpiade 2012 berubah menjadi mimpi buruk bagi Indonesia. 

Alih-alih membawa pulang medali emas, bulutangkis bahkan gagal menyumbangkan sekeping medali pun. Episode Olimpiade London bertambah pahit karena ada wakil Indonesia yang terlibat skandal memalukan di ganda putri yang berujung diskualifikasi. 

Pada Olimpiade 2012, Indonesia mengirimkan 22 atlet dari delapan cabang olahraga. Sembilan orang di antaranya dari bulutangkis. Harapan tinggi mengiringi keberangkatan wakil-wakil Tim Merah Putih itu. Tapi, apa daya hasilnya tak seindah bayangan. 

Kontingen Indonesia saat itu akhirnya terselamatkan oleh cabang angkat besi, yang menyumbangkan dua medali. Triyatno menyabet medali perak dari nomor 69 kg putra, adapun Eko Yuli Irawan membawa pulang medali perunggu dari nomor 62 kg. 

 

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 3 halaman

China Sapu Bersih Medali Emas Bulutangkis

Tontowi Ahmad mengaku banyak memetik pelajaran dari Liliyana Natsir semenjak berpasangan di ganda campuran Indonesia. (Bola.com/Zulfirdaus Harahap)

Tim bulutangkis Indonesia mengirimkan sembilan orang pada Olimpiade 2012. Mereka terdiri atas Simon Santoso, Taufik Hidayat, Adrianti Firdasari, Mohammad Ahsan/Bona Septano, Greysia Polii/Meiliana Jauhari, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Harapan terbesar tercurah kepada ganda campuran, Tontowi/Liliyana, untuk membawa pulang medali emas ke Tanah Air. Namun, skenario yang disusun gagal total. 

Langkah Taufik Hidayat kandas di babak 16 besar. Taufik Hidayat gagal membendung pemain andalan China, Lin Dan, yang tampil perkasa pada pertandingan tersebut. Lin Dan akhirnya merengkuh medali emas setelah menundukkan legenda hidup bulutangkis Malaysia, Lee Chong Wei, di partai final. 

Tunggal putra Indonesia lainnya, Simon Santoso, juga kandas di babak 16 besar. Ia tak kuasa membendung Lee Chong Wei yang saat itu menempati unggulan pertama. Nasib serupa dialami Ardianti Firdasari. Langkahnya terjegal di babak 16 besar setelah takluk dari unggulan kedua asal China, Wang Xin.  

Nasib Hendra/Bona masih lebih baik, karena melaju hingga perempat final. Namun, di babak delapan besar tersebut, Ahsan/Bona kalah dari unggulan kedua asal Korea Selatan, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae. 

Di sektor ganda campuran, perjalanan Tontowi/Liliyana pada awalnya cukup mulus. Namun, di semifinal mereka dipaksa takluk dari ganda China yang menempati unggulan kedua, Xu Chen/Ma Jin, dalam pertarungan tiga gim 23-21, 18-21, 13-21.

Meskipun kalah, pasangan yang akrab disapa Owi/Butet tersebut masih berpeluang membawa pulang medali perunggu. Sayangnya, lagi-lagi Tontowi/Liliyana kalah pada perebutan medali perunggu. Owi/Butet takluk dari ganda Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christina Pedersen. 

Jika Indonesia gagal total pada Olimpiade 2012, China malah sebaliknya. Tim bulutangkis Negeri Tirai Bambu benar-benar tampil superior dengan menyapu bersih lima medali emas. Lima emas tersebut masing-masing disumbangkan oleh Cai Yun/Fu Haifeng (ganda putra), Zhang Nan/Zhao Yunlei (ganda campuran), Zhao Yunlei/Tian Qing (ganda putri), Lin Dan (tunggal putra), dan Li Xuerui (tunggal putri). 

“Ini diluar ekspektasi saya memenangkan dua medali emas olimpiade. Saya tidak terlalu membebani diri saya sendiri, namun hanya berbuat yang terbaik. Untuk mendapatkan dua medali emas olimpiade, semua orang pasti butuh kerja keras, jadi dua medali ini tak hanya milik saya, tetapi untuk mereka yang ada di belakang saya” ujar Zhao Yunlei yang berhasil mencetak rekor baru sepanjang sejarah bulutangkis. 

 

3 dari 3 halaman

Skandal di Ganda Putri

Greysia Polii/Meyliana Jauhari.

Tim bulutangkis Indonesia bukan hanya gagal menyumbang medali pada Olimpiade 2012. Penampilan tim bulutangkis Indonesia juga dinodai skandal di sektor ganda putri. 

Greysia Polii/Meiliana Jauhari menjadi satu dari empat pasangan ganda putri yang didiskualifikasi dari Olimpiade London 2012. Mereka dicoret dari dinilai memanipulasi permainan dengan tujuan mendapatkan hasil tertentu. Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) menyebut keempat ganda itu tidak sportif dan tidak bermain sepenuh hati di fase grup. BWF juga menuding keempatnya "main sabun" supaya mendapatkan undian tertentu di perempat final.  

Selain Greysia/Meiliana, ganda putri lainnya yang didiskualifikasi adalah Wang Xiali/Yu Yang (unggulan pertama dari China), Ha Jung-eun/Kim Min-jung (Korea Selatan), dan Jung Kyung-eun/Kim Ha-na (Korea Selatan). 

Skandal tersebut berawal pada laga antara ganda China, Wang/Yu, menghadapi pasangan Korsel, Jung/Kim. Wang/Yu dinilai sengaja kalah supaya tidak bertemu sesama ganda China, Tian Qing/Zhao Yunlei, di perempat final. Di sisi lain, Jung/Kim juga sama-sama terlihat ogah-ogahan. Tujuannya juga sama, supaya tidak berjumpan Tian/Zhao, yang saat itu jadi favorit merebut medali emas. 

Ternyata, duel yang hampir mirip juga disuguhkan pasangan Greysia/Meiliana kontra Ha/Kim. Kedua pasangan dinilai tidak bermain sepenuh hati. 

Tindakan keempat pasangan tersebut tentu tidak didiamkan begitu saja. BWF memutuskan mendiskualifikasi keempat pasangan tersebut karena dinilai bertingkah tidak sportif. 

Alhasil, Olimpiade London 2012 benar-benar bagaikan mimpi buruk bagi tim bulutangkis Indonesia. Bukan hanya gagal meneruskan tradisi medali emas, tapi juga ternoda oleh skandal di sektor ganda putri. 

Sumber: BWF, PBSI