Bola.com, Jakarta - Nomor punggung 10 biasanya identik dengan pemain yang memiliki kemampuan olah bola di atas rata-rata. Lionel Messi, Ronaldinho, Johan Cruyff, Del Piero, Totti, hingga Dennis Bergkamp adalah pemain-pemain hebat yang mengenakan nomor punggung tersebut.
Di Persib Bandung, sudah banyak pemain yang pernah mengenakan nomor punggung satu ini. Namun, hanya beberapa di antara mereka yang meninggalkan kesan mendalam bagi para bobotoh.
Bisa dibilang tak mudah bagi pemain menanggung beban nomor punggung yang identik dengan pemain-pemain top ini. Banyak bintang Maung Bandung yang gagal menunjukkan kualitas terbaik saat mengenakan nomor 10.
Berikut ini ulasan lima pemain Persib dengan nomor punggung 10 yang paling memesona versi media terbesar di Jawa Barat, Pikiran Rakyat.
Video
Ajat Sudrajat dan Ekene Ikenwa
Ajat adalah salah satu legenda hidup Persib. Pria kelahiran 5 Juli 1962 itu memulai karier di Persib pada kompetisi Divisi Utama 1983-1984.
Bermain di posisi gelandang serang dan mengenakan nomor punggung 10, Ajat merupakan sosok vital di balik kesuksesan Persib era 1980-an.
Kesuksesan Persib menjuarai kompetisi Perserikatan tahun 1986 pun tidak terlepas dari kontribusi Ajat.
Hingga kini, Ajat masih dicintai dan diingat baik oleh para bobotoh. Pernyataan terkenalnya, "Persib besar karena cacian, pujian adalah racun.", masih kerap digaungkan oleh para bobotoh.
Sementara itu, Ekene Ikenwa datang ke Persib pada tahun 2005. Pemain asal Nigeria itu berposisi sebagai striker.
Ekene dicintai banyak bobotoh lantaran selalu tampil buas di kandang.
Pada musim pertamanya, Ekene sukses mencetak 13 gol untuk Persib. Kala itu, perolehan gol Ekene tersebut berhasil memasukannya ke dalam rekor sebagai penyerang ketiga Persib yang mampu mengoleksi dua digit gol dalam satu musim Liga Indonesia.
Namun, menariknya, 13 gol yang dicetak Ekene seluruhnya tercipta di partai kandang saat Persib masih bermarkas di Stadion Siliwangi, Kota Bandung.
Reduoane Barkaoui dan Sergio van Dijk
Reduoane Barkaoui bergabung ke Persib pada Liga Indonesia 2006. Penyerang asal Maroko itu langsung diberikan nomor punggung 10 di Persib Bandung.
Selama dua musim membela Persib, Barkaoui mencetak total 15 gol dari 55 pertandingan. Barkaoui dicintai bobotoh bukan hanya karena produktif mencetak gol, melainkan juga karena selebrasinya.
Usai mencetak gol, Barkaoui selalu menari jaipong ketika merayakan golnya. Tak ayal Barkaoui pun mendapat respek dari bobotoh karena tari jaipong merupakan tarian asal Jawa Barat.
Selanjutnya ada sosok Sergio van Dijk. Ia bergabung dengan Persib pada tahun 2013. Pemain naturalisasi berdarah Belanda itu langsung mengenakan nomor punggung 10 di Persib.
Tak seperti kebanyakan pemain pada umumnya yang butuh adaptasi, Sergio langsung tampil trengginas di musim pertamanya bersama Persib. Sergio menjadi lumbung gol Persib di musim 2013.
Total 21 gol diciptakan Sergio dari 29 pertandingan yang dijalaninya bersama Persib.
Sergio hanya begabung satu musim bersama Persib. Setelahnya, Sergio sempat hengkang ke berbagai klub di luar negeri.
Namun, pada musim 2016, Sergio kembali memperkuat Persib hingga akhir musim 2017.
Ezechiel N'Douassel
Pemain terakhir yang dinilai sukses dengan nomor punggung 10-nya adalah: Ezechiel N'Douassel.
Sang striker bergabung ke Persib pada musim 2017. Awalnya, Ezechiel mengenakan nomor punggung 70 di musim pertamanya.
Memasuki musim 2018, Ezechiel mulai mengenakan nomor punggung 10. Pada musim 2018, Ezechiel tampil buas sebagai ujung tombak Persib.
Ezechiel sukses menjadi pencetak gol terbanyak Persib dengan raihan 17 gol. Pada musim 2019, performa Ezechiel sempat menurun di awal musim. Ketajaman Eze dalam mencetak gol baru terlihat di pertengahan musim.