Djadjang Nurdjaman Meragukan Shopee Liga 1 2020 Bisa Kembali Bergulir

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 16 Mei 2020, 23:30 WIB
Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman tetap menjaga kondisi saat kompetisi vakum di Bandung. (Bola.com/Erwin Snaz)

Bola.com, Bandung - Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman, membeberkan prediksinya tentang kelanjutan Shopee Liga 1 2020, yang terhenti akibat pandemi Corona. Mantan pelatih Persib Bandung itu sejauh ini melihat kondisi yang ada belum ideal untuk menggulirkan kompetisi.

"Pertanyaannya adalah, apakah mungkin Juli nanti kompetisi benar-benar dilanjutkan. Apalagi mengingat situasi seperti ini. Kasus positif juga masih terus bertambah," kata Djadjang Nurdjaman seperti dilansir dari laman resmi Barito Putera.

Advertisement

"Jadi, saya kira, kita harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan semua," sambungnya.

Menurut Djanur, sapaan karib Djadjang, jika kompetisi dihentikan, harus ada rencana untuk menggelar turnamen, sebagai pemanasan untuk memasuki musim kompetisi selanjutnya. Menurutnya, hal ini sangat penting agar tim benar-benar siap untuk berlaga di level kompetisi tertinggi.

"Kalau tidak ada kompetisi, pasti berdampak secara keseluruhan, baik bagi klub maupun pemain. Harus ada turnamen pemanasan," tutur Djanur.

"Bagaimanapun, pemain butuh uji coba, persiapan, dan tidak cukup hanya dengan latihan agar bisa kembali ke performa terbaik. Apalagi, pemain tidak merasakan atmosfer pertandingan dalam beberapa bulan belakangan," sambungnya.

Sebelumnya, PSSI memastikan bahwa Maret, April, Mei, dan Juni merupakan status keadaan tertentu darurat bencana. Hal ini tak lepas dari merebaknya penyebaran virus Corona di Indonesia.

 

Video

2 dari 2 halaman

Berharap Tidak Mendadak

Pelatih Barito Putra, Djadjang Nurdjaman, saat melawan Persija Jakarta pada laga Liga 1 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Senin (23/9/2019). Persija menang 1-0 atas Barito Putra. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Dengan keputusan tersebut, PSSI menunda jadwal lanjutan kompetisi sampai 29 Mei 2020. Jika status darurat bencana tidak diperpanjang pemerintah, kompetisi akan dihelat mulai 1 Juli 2020.

Namun, jika pemerintah memperpanjang status darurat bencana, atau PSSI menganggap kondisi belum ideal, maka musim kompetisi ini akan dihentikan.

Djadjang Nurdjaman menegaskan tetap akan mematuhi keputusan apabila PSSI melanjutkan kompetisi yang terhenti. Namun, pelatih berusia 61 tahun ini meminta agar keputusan tersebut tidak diambil secara mendadak.

"Kalau memang berlanjut, kami tentu akan mematuhi instruksi federasi dan secepatnya mempersiapkan tim. Namun, jangan mendadak," tegas Djanur.

"Minimal, sebulan sebelum kick-off sudah ada pemberitahuan agar klub punya waktu persiapan. Jangan mendadak. Pelatih manapun tidak akan siap jika waktu persiapan mepet," tandasnya.

Sumber: Barito Putera

Disadur dari: Bola.net (Dendy Gandakusumah/Dimas Ardi Prasetya, published 15/5/2020)

Berita Terkait