Quique Setien Angkat Bicara soal Sindiran Presiden Barcelona untuk Real Madrid

oleh Hendry Wibowo diperbarui 06 Jul 2020, 15:15 WIB
Pelatih Real Betis Quique Setien (kanan) mengacungkan jempolnya kepada pelatih Espanyol Rubi (kedua kiri) saat perempat final leg kedua Copa del Rey di Stadion Benito Villamarin, Sevilla, Spanyol, 30 Januari 2019. Setien menjadi pelatih ke-60 sepanjang sejarah Barcelona. (CRISTINA QUICLER/AFP)

Bola.com, Barcelona - Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, melancarkan sindiran kepada Real Madrid baru-baru ini. Ia menyebut rivalnya tersebut kerap diuntungkan oleh keputusan VAR beserta wasit.

Seperti yang diketahui, Barcelona sedang bersaing ketat dengan Real Madrid untuk memperebutkan gelar La Liga musim ini. Sekarang mereka sedang tertinggal empat poin dari klub asuhan Zinedine Zidane tersebut.

Advertisement

Situasinya masih sama pada pekan ke-34. Barcelona, yang sukses mengalahkan Villarreal, gagal memangkas jarak poin karena Real Madrid meraih kemenangan kala berhadapan dengan Athletic Bilbao.

Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-0 untuk Real Madrid. Bartomeu, yang mengaku menonton pertandingan tersebut, menyindir Real Madrid dengan mengatakan bahwa wasit selalu menguntungkan tim yang sama.

Lantas, bagaimana tanggapan Quique Setien selaku pelatih Barcelona terhadap pernyataan tersebut? Mantan nahkoda Real Betis itu enggan memanaskan suasana dan memilih untuk bersikap netral.

"Saya takkan berkata apapun soal ini. Saya belum mendengar apa yang ia katakan," ujar Setien menjawab pertanyaan awak media usai pertandingan, seperti yang dikutip dari Marca.

"Jika presiden telah mengatakannya, apa lagi yang harus saya bilang?" lanjutnya.

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

VAR Masih Belum Cukup

Josep Maria Bartomeu (LLUIS GENE / AFP)

Meski demikian, Setien memiliki beberapa kalimat yang ditujukan untuk kehadiran VAR dalam dunia sepak bola. Menurutnya, teknologi tersebut belum cukup membantu untuk membuat sepak bola berlangsung lebih adil.

"Saya kurang lebih paham dengan VAR. Saya pikir kami telah memiliki alat yang bisa membuat sepak bola jadi lebih adil, namun itu belum cukup pada saat ini," tambahnya.

"Ini mengenai interpretasi yang dibuat dari sebuah insiden, meskipun telah menyaksikan tayangan ulangnya berkali-kali," pungkasnya.

VAR sendiri masih memicu banyak perdebatan meskipun teknologi tersebut sudah digunakan sejak beberapa tahun yang lalu.

Sumber: Marca

Disadur dari: Bola.net (Yaumil Azis, Published 6/7/2020)

Berita Terkait