Pintu Keluar Pierre-Emerick Aubameyang dari Arsenal Kian Dekat

oleh Ario Yosia diperbarui 31 Jul 2020, 13:15 WIB
Striker Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang, mengontrol bola saat melawan Manchester City pada laga Piala FA di Stadion Wembley, Sabtu (18/7/2020). Arsenal menang 2-0 atas Manchester City. (AP Photo/Matt Childs,Pool)

Bola.com, Jakarta - Masa depan Pierre-Emerick Aubameyang sebagai pemain Arsenal amat bergantung pada hasil pertarungan final Piala FA melawan Chelsea di Stadion Wembley, Sabtu (1/8/2020).

Striker asal Gabon kontraknya memasuki tahun terakhir do Emirates Stadium. Klub-klub elite macam Barcelona dan Inter Milan amat berminat memakai jasanya.

Advertisement

Arsenal memiliki opsi untuk melakukan perpanjangan 12 bulan dalam kesepakatan Aubameyang, tetapi mereka enggan melakukannya karena kekhawatiran tentang implikasi keuangan dari membayar upah besarnya untuk satu tahun lagi.

Menurut The Mirror, satu-satunya hal yang bisa merubah sikap The Gunners akan berubah adalah jika mereka mengalahkan Chelsea akhir pekan ini dan lolos ke Liga Eropa musim depan.

Berlaga di kompetisi Eropa akan memberi pemasukan ekstra 30 juta poundsterling untuk Arsenal. Hal memungkinkan mereka untuk mendiskusikan persyaratan baru dengan Aubameyang dan mengakhiri spekulasi transfer sang bomber.

Video

2 dari 2 halaman

Arsenal Trauma

Bek Manchester City, Nicolas Otamendi berebut bola dengan striker Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang pada laga pekan ke-28 Premier League di Emirates Stadium, Jumat (2/3). Manchester City menang telak tiga gol tanpa balas atas Arsenal. (Glyn KIRK/AFP)

Beberapa waktu lalu, Aubameyang pernah bicara soal masalah kontraknya yang tak kunjung usai ini. Dia mengindikasikan bahwa situasi sebenarnya tidak rumit, Arsenal-lah yang harus bertindak.

Kabarnya, Aubameyang meminta kenaikan gaji yang signifikan. Di sinilah kedua pihak masih berselisih, belum sependapat. Arsenal dikabarkan keberatan dengan permintaan gaji Auba.

The Gunners punya pengalaman buruk perihal gaji pemain, seperti pada kasus Mesut Ozil. Biasanya, kenaikan gaji satu pemain bisa membuat pemain lain merasa iri.

Terlebih, Aubameyang sudah berusia 31 tahun, tidak seharusnya mendapatkan gaji besar.

Sumber: Sportsmole

Berita Terkait