7 Data dan Fakta Menarik Usai Manchester City Digilas Lyon di Liga Champions

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 16 Agu 2020, 07:57 WIB
Bek Manchester City, Joao Cancelo, tampak kecewa usai ditaklukkan Lyon pada perempat final Liga Champions di Stadion Jose Alvalade, Sabtu (15/8/2020). Lyon menang 3-1 atas Manchester City. (Photo by FRANCK FIFE/POOL / AFP)

Bola.com, Jakarta - Kemenangan Lyon atas Manchester City pada babak perempat final Liga Champions 2019/2020, Minggu (16/8/2020) dini hari WIB menyisakan beberapa data dan fakta menarik.

Lyon berhasil mengandaskan perlawanan dan ambisi Manchester City untuk memenangi gelar Liga Champions dengan skor 3-1.

Advertisement

Moussa Dembele menjadi pahlawan kemenangan berkat dua golnya dalam waktu sembilan menit sebagai pemain pengganti. Sementara City hanya sanggup mencetak gol melalui Kevin De Bruyne.

Pep Guardiola dikritik karena menerapkan strategi dan formasi yang 'aneh' pada laga ini. Ia menggunakan formasi 3-5-2 dan membangkudacangkan Riyad Mahrez.

Lyon mengambil kesempatan itu untuk unggul cepat menit 24'. Manchester City sanggup menyamakan kedudukan menit 69', namun Dembele menuntaskan pertandingan dengan dua golnya masing-masing menit 79' dan 87'.

Terdapat sedikitnya tujuh fakta menarik setelah Lyon mengalahkan Manchester City. Berikut ini Bola.com merangkumnya.

 

Video

2 dari 8 halaman

1. Pep Guardiola Belum Mampu Bawa Manchester City Menembus Semifinal Liga Champions

Pep Guardiola kembali gagal memutus 'kutukan' Manchester City di Liga Champions. Dalam empat edisi terakhir, mereka selalu kandas menembus semifinal.

 

3 dari 8 halaman

2. Semifinalis Dihuni 2 Tim Bundesliga dan Ligue 1

Semifinalis Liga Champions 2019/2020 dihuni oleh empat tim yang terbagi rata, dua dari Ligue 1, dua dari Bundesliga.

Potensi all German finals atau all French finals pun terbuka. PSG akan bersua RB Leipzig, sementara Lyon bakal menghadapi kandidat juara, Bayern Munchen.

 

4 dari 8 halaman

3. Serba Pertama

Lyon berhasil menembus semifinal untuk kali pertama sejak 2010. Tim Ligue 1 lainnya, PSG, bahkan sudah absen ke semifinal sejak 1995.

Buat Bayern Munchen, ini adalah kali ke-12 buat tim Bundesliga itu lolos ke semifinal Liga Champions. Namun, RB Leipzig mencetak sejarah dengan lolos ke semifinal untuk kali pertama.

 

5 dari 8 halaman

4. Performa Menawan Maxence Caqueret

Maxence Caqueret menjadi pemain yang bersinar pada laga Lyon vs Manchester City. Ia 10 kali merebut bola, tiga kali melepaskan tekel, dan dua kali melakukan intersep. Yang terbanyak dari pemain manapun pada laga tersebut.

 

6 dari 8 halaman

5. Memphis Depay Vs Manchester

Sejak dijual ke Lyon pada 2016/2017, dua tim Manchester, United dan City belum pernah lolos ke semifinal Liga Champions.

 

7 dari 8 halaman

6. Tanpa Wakil Inggris dan Spanyol Sejak 1996/1996

Kegagalan Barcelona dan Manchester City menembus semifinal Liga Champions menciptakan tren buruk buat La Liga dan Premier League. Sebab, ini adalah kali pertama sejak 1995/1996, tidak ada wakil dari Inggris dan Spanyol di empat besar kompetisi.

8 dari 8 halaman

7. Moussa Dembele Vs Manchester City

Moussa Dembele adalah momok buat Manchester City. Dua golnya menambah koleksi gol ke gawang City menjadi empat dari tiga pertemuan.

Berita Terkait