Tak Konsisten Soal Pengajuan Tuan Rumah Liga 2, Persis Solo Dikecam Suporternya

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 20 Agu 2020, 20:15 WIB
Logo Persis Solo (bola.com/Rudi Riana)

Bola.com, Jakarta - Persis Solo mendapat kecaman dari pendukungnya sendiri yakni Pasoepati, perihal batalnya menjadi tuan rumah Liga 2 musim 2020. Belum lama ini tim berjulukan Laskar Sambernyawa itu ikut mengajukan diri menjadi host, sebelum pendaftaran ditutup oleh operator kompetisi.

Persis pun sempat menjadi opsi tuan rumah keenam dengan ikut mendaftar, lima lainnya adalah PSMS Medan, Badak Lampung FC, PSPS Pekanbaru, Sulut United, dan PSCS Cilacap. Namun Persis justru menarik diri sebelum dilakukan drawing, Rabu (19/8/2020) kemarin.

Advertisement

Manajer Persis Solo, Hari Purnomo menjelaskan alasan timnya mengundurkan diri dari kandidat tuan rumah babak penyisihan Liga 2 adalah demi menjujung tinggi netralitas.

Yaitu terkait diskresi PT LIB yang menyebutkan apabila Persis Solo terpilih menjadi salah satu host, dan pada saat drawing PSIM Yogyakarta masuk satu grup bersama Persis, maka undian klub PSIM akan dianulir dan harus diundi kembali.

"Ketika PT LIB mengeluarkan aturan tersebut, kami merasa azas netralitas yang menjadi dasar sepak bola hilang. Untuk itu kami lebih baik mengundurkan diri dari kandidat tuan rumah," beber Hari Purnomo saat dikonfirmasi Bola.com, Kamis (20/8/2020).

Menariknya, jauh sebelum bidding tuan rumah, Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno memastikan bahwa Persis Solo dan PSIM Yogyakarta tidak akan tergantung satu grup. Berkaca adanya rivalitas pertemuan kedua tim musim lalu.

 

Video

2 dari 2 halaman

Pertanyakan Komitmen Persis Solo

Ribuan suporter Persis Solo saat memadati tribune timur Stadion Maguwoharjo. (Bola.com/Vincentius Atmaja)   

Sementara itu, Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo menyayangkan sikap tidak konsisten yang ditunjukkan manajemen Persis. Pihaknya menyebut manajemen Persis seperti tidak serius mengelola tim, termasuk mewujudkan ambisi promosi ke Liga 1. "Itu namanya tidak konsisten, dengan alasan yang tidak logis pula. Seharusnya menjadi tuan rumah adalah suatu kebanggaan, dengan bertanding di Stadion Manahan," beber Aulia Haryo.

"Manajemen seharusnya berjuang sekuat tenaga untuk bisa jadi tuan rumah. Karena akan jadi keuntungan tersendiri. Kenapa malah mundur," jelas pria yang akrab disapa Rio.

Persis Solo dipastikan tergabung dalam grup B setrlah dilakukan drawing. Anak asuh Salahudin bersaing dengan tuan rumah PSCS Cilacap, Kalteng Putra, Persiba Balikpapan, PSKC Cimahi, dan Persigo Semeru.