4 Pembalap Berbeda Raih Kemenangan dari 5 Seri MotoGP 2020, Mirip Musim 2016

oleh Hendry Wibowo diperbarui 25 Agu 2020, 15:45 WIB
Pembalap KTM Tech3, Miguel Oliveira, berhasil menjadi juara pada balapan MotoGP Styria yang berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring, Minggu (23/8/2020). (AFP/Joe Klamar)

Bola.com, Spielberg - Kejutan demi kejutan terus terjadi pada balapan MotoGP 2020. Paling mencolok adalah jumlah pembalap berbeda yang bisa merasakan kemenangan.

Sampai MotoGP 2020 menggelar lima balapan, sudah ada empat rider berbeda bisa finis pertama. Dimulai Fabio Quartararo pada dua seri pertama: MotoGP Jerez dan Andalusia.

Advertisement

Kemudian pembalap KTM, Brad Binder finis pertama pada balapan MotoGP Republik Ceska. Lalu seri berikutnya, MotoGP Austria giliran Andrea Dovizioso naik podium pertama.

Terbaru seri kelima MotoGP Styria, akhir pekan lalu, pembalap tim satelit Tech 3 KTM, Miguel Oliveira berhasil keluar sebagai pemenang.

Menurut Manajer Motorsport Michelin selaku pemasok ban tunggal MotoGP, Piero Taramasso, fenomena banyaknya pembalap berbeda raih kemenangan musim 2020 lantaran pihaknya merilis ban baru.

Ban baru memaksa pembalap dan tim beradaptasi dari nol pada setiap serinya. Taramasso menyamakan kondisi pada MotoGP 2020 seperti musim 2016 atau saat Michelin kali pertama jadi pemasok ban tunggal.

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Komentar Piero Taramasso

Pembalap KTM Tech3, Miguel Oliveira, berhasil menjadi juara pada balapan MotoGP Styria yang berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring, Minggu (23/8/2020). (AFP/Joe Klamar)

"Tahun 2016, Michelin kembali ke MotoGP, ban berubah, dan inilah uang terjadi sekarang. Kala itu ada 9 pembalap berbeda raih kemenangan, sekarang sudah ada 4 dari total 5 balapan," kata Taramasso.

"Sekarang kami memperkenalkan ban baru, yang memang punya karakteristik berbeda dengan sebelumnya. Jadi semuanya harus bekerja pada setiap trek untuk menemukan setelan motor tepat dan yang sukses akan meraih kemenangan," tambahnya.

Lebih lanjut Taramasso menyebut perlahan tapi pasti, situasi ban baru untuk MotoGP 2020 bakal teratasi pada musim-musim berikutnya.

"Jika Anda ingat, setelah sembilan pembalap menang tahun 2016, lalu jumlahnya berkurang menjadi lima di 2017 dan hanya 3 di 2018," Taramasso menuturkan.

"Situasinya mulai stabil karena karakteristik ban sama kurun waktu 3 tahun setengah. Saya tidak terkejut, sekarang beberapa pembalap merasa tidak nyaman (dengan ban)," lanjutnya.

Jika komentar Taramasso benar, maka jumlah pembalap berbeda meraih kemenangan pada MotoGP 2020 masih akan terus lanjut.

 

Sumber: GPOne.com