Liga 1: PSM Jalani Swab Test, Ini Kata Penggawa Senior Zulkifli Syukur

oleh Abdi Satria diperbarui 04 Sep 2020, 11:15 WIB
Pemain senior PSM, Zulkifli Syukur jalani swab test, Jumat (4/9/2020). (Abdi Satria/Bola.com)

Bola.com, Makassar - PSM Makassar baru saja menggelar proses swab test kepada seluruh elemen tim, khususnya pelatih dan pemain. Meski hanya 13 pemain yang hadir pada swab test perdana di Klinik Bosowa Pratama, Jumat (4/9/2020) pagi, swab test tetap dijalani dengan antusias.

Seperti diungkap Zulikifli Syukur, bek senior Juku Eja kepada awak media usai swab test. Menurut Zulikifli ada sisi positif di balik pelaksanaan swab test yakni tim sudah mengikuti aturan protokol kesehatan yang dterapkan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi.

Advertisement

"Kabar baiknya, dengan adanya swab test ini, pemain dan tentu juga suporter sudah punya keyakinan bahwa PSM akan berkompetisi pada lanjutan Liga 1 2020," kata Zulkifli.

Zulkifli sebagai kapten PSM juga kerap mendapat pertanyaan dari sesama pemain terkait kapan tim melakukan persiapan lewat grup Whatsapp.

"Saya hanya bilang ke mereka agar sabar dan tetap menjaga kondisi. Jadi, kalau persiapan atau latihan sudah digelar, kondisi mereka tidak drop terlalu jauh," ujar pemain yang pernah langganan masuk Timnas Indonesia itu.

Zulkilfi menambahkan sejauh ini para pemain PSM tetap berkomitmen menjalankan program latihan mandiri yang diberikan tim pelatih.

"Sebagai kapten, saya juga terus mengingatkan ke rekan-rekan agar konsisten berlatih. Tujuannya agar memudahkan pelatih nantinya saat tim memulai latihan," ungkap Zulkifli.

Zulkifli mengakui adanya aturan tanpa degradasi membuat bobot dan gengsi kompetisi menurun. Namun, sisi baiknya, lanjutan Liga 1 2020 bisa dianggap persiapan PSM menghadapi musim depan.

"Kemampuan pemain muda PSM pun bisa lebih terasah dan lebih siap menghadapi persaingan kompetisi musim depan," tegas Zulkifli.

 

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Suporter Realistis Tapi Meminta Pemain Tampil Maksimal

Suporter PSM Makassar saat pertandingan melawan Persija Jakarta pada laga Piala Indonesia 2019 di SUGBK, Jakarta, Minggu (21/7). Persija menang 1-0 atas PSM. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Dilain pihak, Zulkifli tidak menepikan beratnya jadwal padat yang akan dihadapi pada lanjutan Liga 1 nanti. Di mana PSM akan menempuh jalur darat saat laga tandang.

"Masa jeda setiap partai pun hanya 4-5 hari. Disinilah dituntut kejelian pelatih mempersiapkan tim dan juga sikap profesional pemain. Terutama bagaimana memafaatkan waktu istirahat sebaik mungkin," Zulkifli menuturkan. 

Suporter sendiri mulai realistis menyikapi kondisi PSM yang paling terakhir melakukan persiapan menuju lanjutan Liga 1 2020.

"Manajemen PSM tentu sudah punya hitung-hitungan yang jelas. Apalagi mayoritas pemain PSM berasal dari luar Makassar. Mungkin itulah yang membuat mereka baru menggelar persiapan setelah mendapat kepastian jadwal dari PT LIB sekalu operator kompetisi," ungkap Daeng Uki, Panglima Laskar Ayam Jantan, kelompok suporter PSM.

Meski terlambat melakukan persiapan, Daeng Uki tetap mengingatkan komitmen manajemen di awal musim ini yakni berprestasi lebih dari musim sebelumnya.

"Sebagai suporter kami tetap mendukung PSM dalam kondisi apapun atau bermain di level mana pun. Tapi, kami juga ingin tim juga berusaha mememuhi komitmen awal," tegas Daeng Uki.

Daeng Uki menambahkan, tidak hadir di stadion untuk mendukung tim kebanggaan tak otomatis mengurangi antuasisme suporter. Apalagi, semua partai disiarkan secara langsung atau streaming.

"Jadi kami tetap bisa menilai penampilan dan perjuangan pemain di lapangan. Soal hasil akhir itu nomor dua yang penting pemain sudah mengeluarkan kemampuan terbaiknya," pungkas Daeng Uki.

Berita Terkait