Liga Italia: 5 Pemain AC Milan yang Bisa Bikin Inter Milan Merana di Derby della Madonnina

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 17 Okt 2020, 19:00 WIB
Hakan Calhanoglu dan Zlatan Ibrahimovic menyumbang gol bagi AC Milan pada duel Liga Italia versus Lazio di Stadio Olimpico, Sabtu (4/7/2020) atau Minggu dini hari WIB. (AP Photo/Riccardo De Luca)

Bola.com, Jakarta - Lanjutan Liga Italia 2020/2021 akan diwarnai dengan laga menarik bertajuk Derby della Madonnina antara Inter Milan yang menjamu AC Milan di Giuseppe Meazza, Sabtu (17/10/2020). 

Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit dan sarat gengsi. Inter Milan memang unggul dalam duel bertajuk Derby della Madonnina ini, bahkan mereka selalu menang dalam empat pertemuan terkini di liga tertinggi Italia.

Advertisement

Biar begitu, kali ini Rossoneri punya kans apik untuk menundukkan Inter. Pasukan Stefano Piolo masih sempurna hingga pekan ke-3 ini, yakni dengan tiga kemenangan, tujuh gol, dan belum kebobolan.

AC Milan juga bakal menyambut kembalinya Zlatan Ibrahimovic dari COVID-19, yang akan sangat penting untuk kekuatan tim. Sedangkan Inter, pada laga terakhir sebelum jeda internasional, hanya main imbang 1-1 dengan Lazio.

Paling tidak ada 5 pemain AC Milan yang wajib diwaspadai Inter pada duel Sabtu malam nanti. Siapa saja? 

 

2 dari 6 halaman

1. Zlatan Ibrahimovic  

Zlatan Ibrahimovic (AC Milan) (AP Photo/Antonio Calanni)

Pulih dan siap memberikan permainan terbaiknya. Kembalinya Zlatan jelas membuat Milan kian percaya diri.

Terlebih, Ibra merupakan salah satu pemain yang sudah paham betul panasnya duel Derby Milan, entah dari sisi si merah atau si biru. Pengalamannya akan jadi salah satu pembeda.

Andai pengalamannya tak dihitung pun Ibra masih sangat penting untuk permainan Milan sekarang. Usianya boleh 39 tahun, tapi dia masih merupakan pencetak gol terbaik Milan saat ini.

 

 

3 dari 6 halaman

2. Rafael Leao  

Pemain AC Milan, Rafael Leao. (AP Photo/Luca Bruno)

Kontras dengan Ibra, Leao masih 21 tahun dan punya segudang kejutan. Kecepatan adalah senjata utamanya, juga kemampuan berada di tempat dan waktu yang tepat.

Leao sangat diuntungkan dengan keberadaan Ibra di lapangan. Ketika bek-bek lawan fokus menjaga Ibra, Leao siap menusuk dari lini kedua dan menyambut bola.

Gaya bermain ini cukup merepotkan untuk bek mana pun. Inter harus berhati-hati dalam membagi fokus antara Ibra dan Leao.

 

 

4 dari 6 halaman

3. Alexis Saelemaekers  

Pemain AC Milan Alexis Saelemaekers (kanan) berebut bola dengan dengan pemain Atalanta pada pertandingan Serie A di Stadion San Siro, Milan, Italia, Jumat (24/7/2020). Pertandingan berakhir 1-1. (Spada/LaPresse via AP)

Masih berusia 21 tahun, nama Saelemaekers baru mulai dikenal musim ini. Dia salah satu pemain unik yang bisa bermain di banyak posisi, mulai winger sampai bek sayap.

Saat ini Saelemaekers mengisi pos winger kanan Milan. Dia dikenal gesit dan punya akurasi umpan yang sangat baik.

Dia dipinjam Milan dari Anderlecht pada Januari 2020 lalu, kemudian dibeli secara permanen karena performanya yang memuaskan.

Jika mendapatkan kesempatan bermain, Saelemaekers bakal membuat bek kiri Inter kerepotan.

 

 

5 dari 6 halaman

4. Hakan Calhanoglu  

Gelandang AC Milan, Hakan Calhanoglu berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Bodoe/Glimt pada pertandingan Liga Europa di Stadion San Siro di Milan, Italia, Kamis (24/9/2020). AC Milan menang tipis atas Bodoe/Glimt 3-2. (AP Photo/Luca Bruno)

Kariernya di Milan tak selalu mulus, tapi kini Calhanoglu dipandang sebagai pemain yang tidak tergantikan. Dia adalah otak kreativitas permainan Milan.

Gelandang serang asal Turki ini paling nyaman diturunkan di pos belakang striker. Di sana dia bisa mengatur ritme serangan, dan membagi bola ke kiri atau ke kanan.

Menjaga Calhanoglu bukan tugas mudah, gelandang bertahan Inter tidak boleh lengah. Calhanoglu tahu caranya bermain di ruang kosong antar-lini kemudian mengirim operan kejutan.

 

 

6 dari 6 halaman

5. Sandro Tonali  

19. Sandro Tonali (Brescia) - Gelandang bertahan 20 tahun ini tampil mengesankan bersama Brescia pada musim lalu. Pada musim ini Sandro Tonali bergabung dengan AC Milan dengan status pemain pijaman. (AFP/Miguel Medina)

Pemain baru yang dipinjam Milan dari Brescia, tapi kualitasnya langsung menonjol di lapangan. Tonali adalah otak kreatif lainnya dalam tim Milan, tapi gaya mainnya beda dengan Calhanoglu.

Gelandang berusia 20 tahun ini bermain dalam peran deep lying playmaker, bisa di posisi defensive midfield atau central midfield. Tonali adalah konduktor permainan Milan.

Dia terus bergerak, menjemput bola ke belakang, mengalirkannya ke depan -- entah ke sayap atau ke Calhanoglu.

Gaya main ini akan sangat merepotkan untuk tim mana pun. Stamina gelandang-gelandang Inter bakal dijuji, tidak mudah menjaga Tonali.

Disadur dari: Bola.net (Penulis Richard Andreas, published 17/10/2020)

Berita Terkait