Komentari Kiprah Rossi, Agostini: Ketika Tidak Menang Lagi, Saya Berhenti

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 01 Nov 2020, 11:15 WIB
MotoGP - Ilustrasi Valentino Rossi (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Legenda MotoGP, Giacomo Agostini, kembali mengomentari kiprah Valentino Rossi di MotoGP. Kali ini, ia membandingkan situasi yang dialami The Doctor dan pengalaman pribadinya ketika memutuskan pensiun. 

Valentino Rossi telah meneken kontrak berdurasi setahun dengan Petronas Yamaha SRT yang akan membuatnya kembali turun ke lintasan pada tahun depan. Pada MotoGP 2021, usia Rossi sudah menyentuh 42 tahun. 

Advertisement

Keputusan Rossi terus membalap di usia 42 tahun mengundang banyak pertanyaan dan keraguan. Tak sedikit yang mempertanyakan apakan pembalap Italia itu mengambil keputusan yang tepat. 

Performa Rossi sudah jauh dibanding pada masa kejayaannya. Bahkan, ia sudah lama tidak naik podium, termasuk pada musim ini. Tak sedikit yang khawatir performa Rossi akan makin menurun pada musim depan seiring bertambahnya usia dia. 

Bagaimana komentar Agostini? 

"Di sisi lain, itu bagus karena dia tak lagi selalu menang. Tapi, kita ingin memiliki idola seorang juara yang selalu menang. Orang-orang seperti Maradona, Pele, dan bahkan Valentino Rossi disukai karena mereka sering menang," kata Agostini kepada La Gazzetta dello Sport, seperti dilansir Tuttomowiweb, Sabtu (31/10/2020). 

"Kita semua ingin melihat juara yang hebat melakukan sesuatu yang tak bisa kami lakukan. Saat ini, setiap balapan memunculkan juara yang berbeda, mungkin karena Marc Marquez absen," imbuh Agostini.  

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 2 halaman

Keputusan Berat

Giacomo Agostini. (AFP/Giuseppe Cacace)

Agostini kemudian mengenang momen saat dirinya memutuskan pensiun dari ajang balap motor dunia. 

"Setiap orang berpikir dengan kepala masing-masing. Setiap orang memutuskan sesuatu yang dia percayai dan apa yang dirasakannya. Jika Valentino ingin tetap membalap dan dia mendapat motor, kita tak bisa mengkritiknya," tutur Agostini. 

"Jika Anda menanyai saya secara pribadi, ketika saya tidak menang seperti sebelumnya dan finis kedua atau ketiga, dan mereka bilang saya sudah habis, itu menyakiti saya."   

"Pada titik itu saya berpikir mungkin saya sudah meraih banyak hal dan sudah saatnya saya menyerahkan pekerjaan saya kepada orang lain. Tak mudah bagi seorang atlet pensiun, karena itu sesuatu yang sangat dia cintai. Saya menangis selama tiga hari ketika memutuskan pensiun. Jadi, saya tahu itu berat. Tapi, saya kuat melakukannya," imbuh Agostini. 

Sumber: Tuttomoriweb