Shopee Liga 1: Gelandang Persikabo Manfaatkan Libur Dua Pekan dengan Quality Time bersama Keluarga

oleh Nandang Permana diperbarui 06 Nov 2020, 12:30 WIB
Pemain Persikabo, Munadi. (bola.com/Nandang Permana)

Bola.com, Jakarta - Gelandang Persikabo, Munadi memanfaatkan waktu libur selama dua pekan dengan mengabiskan waktu bersama keluarganya. Waktu luang seperti saat ini sangat sukar ditemukan jika kompetisi Liga 1 berjalan, dan pada akhirnya bertemu dengan anak dan istri pun sangat sulit.

Munadi dan pemain Persikabo lainnya memdapat jatah libur selama dua pekan setelah adanya penundaan Liga 1 oleh PSSI. Meski kompetisi ditunda hingga awal Tahun 2021 nanti, tim berjuluk Laskar Padjajaran itu tetap berlatih meski hanya tiga kali dalam satu pekan.

Advertisement

Keputusan itu diambil tim kepelatihan Persikabo untuk tetap menjaga kebugaran pemain. Munadi, selain tetap menjalani latihan mandiri, memanfaatkan libur dua pekan dengan memperhatikan keluarganya.

"Waktu luang ya saya manfaatkan khusus untuk keluarga, selain tentunya berlatih mandiri. Seperti makan bareng di luar, mengantar anak sekolah, atau membantu usaha istri. Karena hal itu kalau kompetisi berjalan, sangat sulit saya lakukan," kata Munadi kepada Bola.com, Jumat (6/11/2020).

Seperti diketahui, Persikabo memberikan waktu libur dua pekan kepada para pemainnya. Pelatih Igor Kriushenko menuturkan, setelah kembali latihan nanti, intensitas akan dikurangi.

"Kami meliburkan tim selama dua pekan sampai tanggal 15 November. Pada 16 November kami kembali berlatih. Tapi, untuk selanjutnya Persikabo tidak melakukan latihan setiap hari, hanya tiga kali dalam satu pekan. Untuk menjaga kebugaran saja," kata Igor Kriushenko.

 

Video

2 dari 2 halaman

Berharap Liga 1 Kembali Bergulir

Pemain Persikano, Munadi. (Bola.com/Permanakusumadijaya)

Meski bersyukur mempunyai waktu luang untuk keluarganya, Munadi tidak membantah jika tidak bergulitnya kompetisi berdampak banyak terhadap kehidupan pemain. Selain harus kehilangan sebagian besar pendapatannya dari gaji, para pemain pun dipastikan mengalami penurunan fisik dan sedikit banyaknya kehilangan sentuhan karena sudah lama tidak bermain di pertandingan resmi.

Seorang atlit kata Munadi, sangat memerlukan sebuah pertandingan yang ketat untuk menjaga kualitas dan kemapunannya dan itu hanya bisa didapatkan dalam sebuah kompetisi seperti Liga 1.

"Dampaknya ya sangat terasa sekali, pertama gaji berkurang. Tapi, tetap bersyukur meski menerima 25 persen. Terus dampak lainnya adalah mental pemain, yang tadinya sudah siap untuk bertanding tiba-tiba dua hari sebelum kick off dapat kabar ditunda, langsun down," ujarnya.

"Sebagai atlit sepak bola , harapannya kompetisi tetep berjalan dan terlaksana dalam waktu dekat ini, tanpa menunggu tahun depan. Selain karena harus mempertahakan karir, kompetisi satu-satunya tempat mencari nafkah bagi kami," Munadi mengakhiri pembicaraan.

Berita Terkait