3 Sosok Belakang Layar Kunci Sukses Joan Mir dan Suzuki Berjaya di MotoGP 2020: Ada Andil Juara Dunia Superbike

oleh Hendry Wibowo diperbarui 19 Nov 2020, 09:30 WIB
Juara MotoGP 2020: Joan Mir. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Jakarta - Jika ada yang memprediksi Suzuki dan Joan Mir bakal jadi juara dunia MotoGP 2020 pada awal musim, maka orang tersebut dipastikan ditertawakan.

Namun kini saat MotoGP 2020 masih menyisakan satu seri lagi, Suzuki Ecstar sudah mengunci titel juara dunia tim. Sementara Joan Mir telah menahbiskan diri sebagai juara dunia pembalap.

Advertisement

Suka tidak suka, terlepas dari absennya pembalap terbaik, Marc Marquez, titel yang direngkuh Joan Mir layak mendapat apresiasi. Karena memang pembalap asal Spanyol itu tampil sangat konsisten.

"Saya tidak menyangka. Sejujurnya, saya memprediksi terjadi pada masa mendatang. Tapi, kami sudah memiliki titel dan itu menjadi milik kami," imbuh Joan Mir usai memastikan titel juara dunia MotoGP.

Ya, saat semua pembalap mengalami gejala inkonsistensi, Suzuki dan Joan Mir sebaliknya. Dari total 13 seri yang telah berlangsung, Joan Mir naik podium tujuh kali meski hanya finis pertama sekali.

Jika memang motor Suzuki GSX-RR bisa sangat kompetitif musim ini, maka ada orang-orang yang begitu berjasa lewat pekerjaan di balik layar.

Siapa saja mereka? Berikut 3 nama sosok kunci sukses Suzuki dan Joan Mir pada MotoGP 2020:

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 4 halaman

1. Ken Kawauchi (Technical Manager Suzuki)

Ken Kawuchi selaku Technical Manager Suzuki. (Zimbio)

Fakta motor Suzuki GSX-RR berstatus 'senjata' paling kompetitif di MotoGP 2020 merupakan andil dari Ken Kawauchi. Berkat tangan dingin Ken, Suzuki nyaris selalu kencang di setiap balapan.

Kelebihan motor Suzuki GSX-RR adalah bersahabat dengan ban justru saat masuk akhir balapan. Inilah alasan keberhasilan Joan Mir berulang kali naik podium meski tidak start baris depan.

Berkat Ken Kawauchi juga, Suzuki GSX-RR begitu minim mengalami kendala teknis. Sebuah hal yang terlihat di motor pesaing lainnya seperti Yamaha YZR-M1, Ducati Desmosedici, atau Honda RC213V.

3 dari 4 halaman

2. Davide Brivio (Manajer Tim Suzuki)

Pembalap Suzuki Ecstar, Joan Mir (kanan) merayakannya dengan Manajer Tim Davide Brivio setelah memenangkan kejuaraan dunia MotoGP setelah Grand Prix Valencia di sirkuit Ricardo Tormo di Valencia (15/11/2020). (AFP/Lluis Gen)

Davide Brivio merupakan sosok paling krusial dari keberhasilan Suzuki berjaya di MotoGP 2020. Sosok dengan jam terbang tinggi miliknya begitu penting buat Suzuki yang sempat vakum di MotoGP kemudian comeback ke kelas tertinggi musim 2015.

Terbukti sejak 2015 sampai sekarang, Suzuki tak pernah salah memilih pembalap. Dari mengorbitkan Maverick Vinales sampai duo Alex Rins dan Joan Mir yang begitu moncer musim ini.

Davide Brivio yang pernah berjaya bersama Yamaha dan Valentino Rossi juga membawa DNA juara di Suzuki. "Rasanya sangat emosional. Saya masih belum benar-benar menyadarinya. Saya harus memikirkannya untuk beberapa hari ke depan," kata Brivio beberapan waktu lalu.

4 dari 4 halaman

3. Sylvain Guintoli (Test Rider)

Suzuki Ectsar mengonfirmasi Sylvain Guintoli kembali menggantikan Alex Rins untuk MotoGP Mugello 2017. (dok. Autosport)

Skuad Suzuki sangat minimalis. Suzuki bersama Aprilia bahkan jadi tim pabrikan yang belum punya tim satelit pada ajang MotoGP.

Fakta tak ada tim satelit inilah membuat peran Sylvain Guintoli sebagai pembalap penguji teramat penting. Jika motor Suzuki GSX-RR kini begitu kompetitif, berarti memang ada peran besar Sylvain Guintoli.

Guintoli sendiri bukan nama pembalap kacangan. Dia pernah menjadi juara dunia Superbike musim 2014 bersama Aprilia. Kini meski kariernya bisa dibilang gagal pada ajang MotoGP, Guintoli turut membantu saat Suzuki dan Joan Mir berjaya pada ajang MotoGP 2020.

Berita Terkait