Shope Liga 1: Manfaatkan Waktu Senggang, Kiper Persipura Jadi Pelatih untuk Pemain Muda di Tomohon

oleh Nandang Permana diperbarui 20 Nov 2020, 14:00 WIB
Kiper Persipura Jayapura, Gerri Mandagi (kiri), melatih pemain muda di kampung halamannya, Tomohon. (Bola.com/Nandang Permana)

Bola.com, Jakarta - Kiper Persipura Jayapura, Gerri Mandagi, tidak silau dengan ketenarannya sebagai penjaga gawang profesional. Gerri masih mau berbagi ilmu dengan penjaga gawang muda asal kampung halamannya di Tomohon, Sulawesi Utara.

Saat ada permintaan untuk menjadi pelatih kiper-kiper muda, Gerri Mandagi langsung menyanggupinya. Saat ini, pemain berusia 32 tahun tersebut berada di Tomohon, karena aktivitas bersama Persipura diliburkan, menyusul Shopee Liga 1 2020 diundur hingga awal tahun depan.

Advertisement

"Selain menjaga anak-anak dan berkumpul dengan keluarga, ada permintaan dari kiper-kiper muda di kampung halaman," kata Gerri Mandagi kepada Bola.com, Jumat (20/11/2020).

"Mereka meminta saya untuk melatih, dan saya sanggupi sekalian untuk mengisi waktu luang dan berlatih mandiri juga. Saya kasih mereka program latihan yang saya dapatkan dari pelatih-pelatih dulu," lanjutnya.

Gerri Mandagi mengapresiasi semangat para kiper muda di kampung halamannya yang tetap terjaga, meski mereka tahu kompetisi semua kasta di Indonesia harus ditunda akibat pandemi virus corona.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Kompetisi Harus Segera Bergulir

Tiga penjaga gawang Persipura Jayapura, Dede Sulaiman (menghadap kamera), Gerri Mandagi, Mariyo Londok, saat pemusatan latihan di Kota Batu. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Namun, menurut Gerri Mandagi demi menjaga semangat generasi muda dalam menjalani karier di sepak bola, kompetisi yang saat ini tetunda termasuk liga amatir harus segera kembali digulirkan.

Pasalnya jika kompetisi tidak ada, bukan mustahil sepak bola Indonesia akan kehilangan talenta-talenta muda yang tentunya akan berimbas pada kekuatan timnas di semua level usia.

"Saran saya, liga segera dijalankan kembali. Dan tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat, pertandingan tanpa penonton seperti regulasi yang sudah dikeluarkan PSSI sebelumnya. Kalau ada yang melanggar aturan, tinggal denda atau skorsing," Gerri Mandagi mengakhiri pembicaraan.

Berita Terkait