Asisten Pelatih Arema: Jika IBL Diizinkan Polisi, Shopee Liga 1 Seharusnya Juga

oleh Iwan Setiawan diperbarui 16 Des 2020, 12:45 WIB
Asisten pelatih Arema, Kuncoro, memberikan instruksi kepada deratan pemain belakang. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Manajemen Arema FC masih optimistis Shopee Liga 1 dilanjutkan pada Februari 2021 mendatang. Tim Singo Edan berpikir positif jika kepolisian bakal mengeluarkan izin pertandingan setelah urusan Pilkada rampung.

Sembari menunggu kabar baik dari kepolisian, tim pelatih Arema kini memantau informasi dari event cabang olahraga lain. Adalah Indonesian Basketball League (IBL) yang merupakan kompetisi profesional basket.  

Advertisement

Arema berpatokan pada IBL karena layaknya Shopee Liga 1 juga sama-sama sempat memiliki problem izin pertandingan. Saat Liga 1 batal digelar pada 1 Oktober lalu, pihak IBL sudah lebih dulu merilis jika kompetisi kasta tertinggi bola basket Indonesia itu tidak dilanjutkan karena persoalan izin dari kepolisian.

"Kabarnya, basket akan digelar pertengahan Januari. Kalau kompetisi itu dapat izin dari Kepolisian, tentu sepak bola juga dapat,” kata asisten pelatih Arema, Kuncoro.

Operator IBL sendiri sudah melakukan sosialisasi kepada pesertanya untuk melakukan persiapan. Mereka memulai kompetisi pada 15 Januari 2021 mendatang.

"Saat ini masih cari informasi apakah kepolisian sudah memberikan izin untuk IBL. Kalau izinnya keluar, kami ancang-ancang persiapan juga karena sepak bola harusnya dapat izin juga,” sambung Kuncoro.

Sampai sekarang operator IBL belum menyebut secara terang-terangan kalau mereka sudah mengantongi ijin dari kepolisian.

 

 

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Pasang Badan

Tiga asisten pelatih Arema FC, Charis Yulianto, Singgih Pitono, dan Kuncoro, berdiskusi di depan GM Arema, Ruddy Widodo, saat sesi latihan perdana yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Senin (3/8/2020). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Kemeterian Pemuda dan Olahraga sendiri pernah menyarankan operator Shopee Liga 1 untuk mencontoh IBL. Artinya, pihak IBL membuat sistem kompetisi yang benar-benar steril dari pengumpulan masa. Protokol kesehatan tentunya ditegakkan agar tidak menciptakan kluster baru penyebaran virus corona.

"Sebenarnya sepak bola juga siap menjalankan protokol kesehatan. Mulai swap test, pertandingan tanpa penonton dan lainnya. Justru kalau tidak ada sepak bola bisa membuat banyak orang stres. Karena sepak bola ini hiburan dan juga jadi sumber pemasukan banyak pihak,” Kuncoro menerangkan. 

Saat ini, Arema merencanakan latihan kembali pada 4 Januari 2021. Sebenarnya, tim berjuluk Singo Edan ini ingin melakukan latihan kembali sejak akhir November lalu.

Karena izin kepolisian tak kunjung turun, Arema merevisi program latihan sampai tiga kali. Mulai November, mundur ke pertengahan Desember. Dan rencana terakhir pada 4 Januari tahun depan.