Irfan Jauhari dan 6 Pemain Label Timnas Indonesia yang Multifungsi, Jago di Berbagai Posisi

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 19 Des 2020, 08:45 WIB
Ricky Fajrin, Novri Setiawan dan Irfan Jauhari. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Jakarta - Seorang pelatih berperan besar terhadap penetapan posisi seorang pemain. Apa yang dilakukan oleh nakhoda Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong, kepada Irfan Jauhari menjadi bukti terkini.

Posisi asli Irfan Jauhari adalah penyerang. Namun, pemain Bali United itu digeser sebagai gelandang sayap kiri oleh Shin Tae-yong.

Advertisement

Shin Tae-yong bereksperimen terhadap posisi Irfan Jauhari dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 di Kroasia, Agustus hingga Oktober 2020. Dalam rangkaian laga uji coba, pemain berusia 19 tahun itu dua kali diplot sebagai gelandang sayap kiri.

Shin Tae-yong memainkan Irfan Jauhari sebagai gelandang sayap kiri ketika dua kali melawan Makedonia Utara U-19. Perubahan posisi ini disinyalir karena ia punya kecepatan di atas rata-rata dan bermanfaat menyisir sisi lapangan.

Selain Irfan Jauhari, masih banyak lagi pemain dengan label Timnas Indonesa yang multiposisi. Berikut enam di antaranya:

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 7 halaman

Novri Setiawan

Gelandang Persija Jakarta, Novri Setiawan merayakan gol yang dicetak ke gawang Shan United pada laga Piala AFC 2019 di SUGBK, Jakarta, Rabu (15/5). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Posisi asli Novri Setiawan adalah gelandang sayap. Namun, karena Persija Jakarta sempat tidak punya pelapis sepadan untuk Ismed Sofyan di posisi bek sayap kanan, pemain berusia 26 tahun itu kerap dijadikan ban serep di posisi tersebut.

Stefano Cugurra Teco, pelatih Persija pada 2018, yang mulai bereksperimen terhadap posisi Novri. Ketika Ismed absen, sang pemain sedikit digeser ke belakang.

Kebiasaan itu berlanjut pada musim lalu. Ismed yang mulai menua dan tidak bisa bermain reguler, sesekali posisinya digantikan oleh Novri. Selain itu, mantan pemain Sriwijaya FC ini juga pernah dipasang sebagai bek sayap kiri ketika Rezaldi Hehanussa tidak bisa bermain.

Ketika memperkuat Timnas Indonesia, Novri juga pernah ditempatkan sebagai wing back. Saat itu, mantan pelatih Simon McMenemy memainkannya di posisi itu ketika beruji coba melawan Myanmar dan Yordania pada tahun lalu.

3 dari 7 halaman

Stefano Lilipaly

Gelandang Timnas Indonesia, Stefano Lilipaly, menyapa suporter usai mengalahkan Timor Leste pada laga Piala AFF 2018 di SUGBK, Jakarta, Selasa (13/11). Indonesia menang 3-1 atas Timor Leste. (Bola.com/Yoppy Renato)

Peran Stefano Lilipaly di Bali United dan Timnas Indonesia sedikit berbeda. Bersama klubnya, pemain naturalisasi asal Belanda ini diplot sebagai winger kiri.

Adapun di Timnas Indonesia, Lilipaly kembali ke habitat aslinya sebagai gelandang serang. Pemain berusia 30 tahun ini terpaksa merelakan posisi aslinya di Bali United demi mengakomodasi Paulo Sergio.

Formasi 4-3-3 Bali United tidak mengenal double playmaker. Posisi Lilipaly pun diubah karena kualitasnya terlalu berharga di bangku cadangan.

Lilipaly tentu tidak kaget dengan perubahan posisi tersebut. Sewaktu masih berkarier di Belanda, mantan pemain Utrecht ini juga pernah dipasang sebagai wing back.

4 dari 7 halaman

Ricky Fajrin

Bek Timnas Indonesia, Ricky Fajrin, berusaha menghalau bola saat melawan Malaysia pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Kamis (5/9). Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Ricky Fajrin adalah bek tengah kesayangan Luis Milla di Timnas Indonesia dan U-23. Padahal posisi aslinya adalah bek sayap kiri.

Bersama Bali United, Fajrin rutin dipasang sebagai bek sayap kiri. Namun, Luis Milla punya pemikiran berbeda. Pelatih asal Spanyol itu kerap menggeser posisinya sebagai bek tengah.

Perpindahan posisi Fajrin juga disebabkan karena minimnya stok bek tengah. Mendapat kepercayaan dar Luis Milla di posisi berbeda, penampilannya tidak mengecewakan.

5 dari 7 halaman

Rachmat Irianto

Striker Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, memeluk bek Persebaya Surabaya, Rachmat Irianto, pada laga Liga 1 di SUGBK, Jakarta, Selasa (17/12). Persija kalah 1-2 dari Persebaya. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Rachmat Irianto mempelajari tiga posisi dalam dua tahun belakangan. Memulai karier profesional sebagai bek tengah bersama Persebaya Surabaya pada 2018, pemain berusia 20 tahun itu diplot sebagai gelandang bertahan di Timnas Indonesia U-19 dan U-22 oleh Indra Sjafri.

Pada musim ini, Rian, panggilannya, mendapatkan peran baru di Persebaya. Rian diutus sebagai pemain inti di posisi bek sayap kiri menggantikan Ruben Sanadi.

6 dari 7 halaman

Manahati Lestusen

Pemain Timnas Indonesia, Manahati Lestusen, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Vietnam dalam semifinal Piala AFF 2016 di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (7/12/2016). (Bola.com/Peksi Cahyo)

Posisi asli Manahati Lestusen ialah gelandang bertahan. Adalah Rahmad Darmawan saat membesut Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2011 dan 2013 yang melihat potensi pemain jebolan program SAD Uruguay bisa dimainkan di berbagai posisi.

RD menyulap posisi Manahati menjadi seorang stoper karena dianggap kuat dalam bertahan dan memenangi duel bola udara. Belakangan, pelatih Timnas Indonesia di Piala AFF 2016, Alfred Riedl, melihat sang pemain juga amat bagus tampil sebagai bek sayap kanan. Ia cepat dan punya kemampuan crossing yang bagus.

Manahati menyebut dirinya memang sudah terbiasa bergant-ganti posisi saat menuntut ilmu di Uruguay. Ia tak merasa menderita dengan hal ini, karena dasarnya pemain asal Tulehu ini tipikal yang taat azas strategi pelatih.

7 dari 7 halaman

Septian David Maulana

3. Septian David Maulana berhasil mencetak gol debut bersama Timnas Indonesia senior. Tidak hanya gelandang Mitra Kukar itu, Rezaldi Hehanusa juga mampu membukukan gol pada debutnya. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Septian David Maulana mengawali karier sebagai gelandang sayap. Ia jadi pemain utama di Timnas Indonesia U-19 era Indra Sjafri.

Posisi itu ia jalani saat mengawali karier profesional bersama Mitra Kukar. Perubahan terjadi saat ia memperkuat Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2017. Luis Milla menempatkannya sebagai second striker di skema 4-2-3-1. Hasilnya: luar biasa.

Septian menjelma menjadi pemain yang amat tajam. Gaya bermainnya disebut-sebut mirip Frank Lampard yang merupakan gelandang pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Chelsea.

Berita Terkait