Cerita Persib Gagal Wujudkan The Dream Team, Mau Rekrut Ronaldinho Keduluan Barcelona

oleh Erwin Snaz diperbarui 21 Des 2020, 22:00 WIB
5. Ronaldinho - Pemain asal Brasil ini bergabung dengan Barcelona pada 2003-2008. Ronaldinho mampu mengemas 94 gol dari 207 penampilan di Barcelona. (AFP/Diego Tuson)

Bola.com, Bandung - Eks pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman mengaku musim 2017 merupakan masa yang sulit baginya. Pada era itu, manajemen Persib ingin membentuk The Dream Team, dengan mendatangkan pemain kelas dunia, Michael Essien.

Perencanaan awal dalam membentuk tim diakui Djanur sebagai sebabnya. Maka itu, dalam membentuk sebuah tim harus sesuai dengan rencana, satu di antaranya dalam merekrut pemain.

Advertisement

"Bagusnya sebuah tim tidak lepas dari perencanaan. Waktu itu banyak pemain yang dibidik tapi tidak terealisasi," ujar Djanur dalam channel youtube Republik Bobotoh TV.

"Dan waktu itu jujur, kami gagal merekrut pemain-pemain yang hebat, terutama pemain asing, terutama pemain depan," tambah Djanur.

Djanur menegaskan, kedatangan Michael Essien ke Persib sebagai langkah awal bagi klub-klub Liga di Indonesia untuk mendatangkan marque player.

"Bahkan awalnya Pak Glenn Sugita (Direktur Utama PT Persib) bilang tadinya mau membawa Ronaldinho tapi tidak jadi karena keburu ditarik Barcelona sebagai ambassador," ucap Djanur.

Akhirnya, Persib merekrut Essien. Setelah ada Essien, bidikan selanjutnya pemain asal Afrika Selatan.

"Tapi manajemen mendengar bisikan dari Essien, yang ingin dia bawa Carlton Cole. Di situlah awalnya karena kondisi Cole parah," cetus Djanur.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Terpuruk

Gelandang Persib Bandung, Michael Essien, saat pertandingan melawan PSM Makassar pada laga lanjutan Liga 1 di Stadion GBLA, Bandung, Rabu, (5/7/2017). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Kedatangan pemain dunia itu tidak membuat Persib bangkit. Justru sebaliknya, Persib terpuruk hingga muncul desakan mundur terhadap Djanur.

"Saya mengundurkan diri karena ada something, tidak usah disebutkan masalahnya. Akhirnya dari keluarga juga memutuskan untuk mundur," ungkap Djanur.

"Sebenarnya bobotoh yang mendesak mundur itu hanya sebagian kecil saja. Bahkan pentolan-pentolan bobotoh datang ke rumah agar saya bertahan. Tapi saya putuskan mundur dan butuh penyegaran juga," beber Djanur.

Yang pasti, selama lima tahun beruntun memimpin Persib, ada hikmah yang menjadi bekal Djanur dalam meracik sebuah tim besar.

"Saat masa istirahat ada saja yang mengundang karena saya mungkin bawa Persib juara. Tiba-tiba saya di telpon oleh Ketua Umum PSSI, Edi Rachmayadi untuk menangani Medan, Alhamdulilah naik ke Liga 1," seloroh Djanur tersenyum.

Berita Terkait