Reaksi Klub dan Pemain Setelah IBL 2021 Kembali Ditunda

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 09 Jan 2021, 16:35 WIB
Pemain NSH Mountain Gold Timika, Rizky Effendi. (IBL)

Bola.com, Jakarta - Kompetisi Indonesia Basketball League (IBL) 2021 sudah resmi kembali ditunda. Klub dan pemain mengaku bisa memahami keputusan penundaan tersebut. 

Penundaan tersebut dilakukan karena adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jawa-Bali.  Direktur IBL, Junas Miradiarsyah, mengumumkan penundaan IBL 2021 pada konferensi pers secara daring, Sabtu (9/1/2021). 

Advertisement

Padahal kompetisi sejatinya tinggal lima hari lagi bergulir, tepatnya pada 15 Januari 2021. Namun, IBL terpaksa menunda lagi dengan beberapa alasan. Jika kondisi memungkinkan dan perkembangan kasuk Covid-19 di Indonesia membaik, Junas mengatakan IBL diharapkan bisa bergulir pada Maret 2021. 

Direktur Operasional Amartha Hangtuah Jakarta, Ferri Jupry, mengatakan semua klub mendukung keputusan IBL meskipun semua persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari. 

"Sekarang ini kondisi susah diprediksi, karena bisa berubah setiap saat. Semua klub menyadari itu. Apalagi pengalaman ini sudah menjadi yang kedua karena pada Oktober lalu sudah ditunda juga," kata Ferri dalam sesi konferensi pers secara daring, Sabtu. 

"Mental pemain tidak terlalu terpengaruh dengan penundaan ini. Mereka siap main kapan pun dalam kondisi apa pun," imbuh dia. 

Ferri Jufry berharap IBL 2021 bisa bergulir pada Maret mendatang. Dia optimistis agenda itu bisa terlaksana apalagi vaksin Covid-19 akan segera didistribusikan. 

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 2 halaman

Keputusan Bijak

Kompetisi Terhenti Karena Corona Covid-19, IBL Gelar Turnamen Esports (Dok IBL)

Pemain NSH Mountain Gold Timika, Rizky Effendi, juga bisa memahami alasan penundaan ini. Bahkan, menurutnya itu keputusan bijak. 

"Kalau dari sisi pemain kami bisa mengerti karena kasus Covid-19 sedang melonjak. Ini keputusan bijak, kami dukung keputusan IBL dan pemerintah pusat. Kami siap main kapan saja," tutur Rizki. 

"Selama ini kami sudah menjalankan protokol kesehatan dengan cukup baik. Sebagai pemain selama penundaan ini kami cuma melanjutkan yang selama ini sudah dilakukan saja." 

Menurut Rizki, secara fisik mereka tidak mengkhawatirkan penudaan itu. Mereka akan tetap menjaga kondisi fisik sebaik mungkin. 

"Yang berat mungkin secara psikis karena sudah siap banget mau bertanding. Tapi, di luar itu kami dukung keputusan pemerintah pusat," tegas Rizki.